Banjir Bandang dan Longsor Terjang Nyalindung, Jalur Sukabumi–Sagaranten Sempat Lumpuh

Material longsor berupa lumpur dan batu menutup badan jalan hingga menghambat arus lalu lintas.

Evakuasi banjir oleh pihak PU di jalur Sukabumi-Sagaranten. Fotov Istimewa.

SUKABUMI – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4), memicu bencana banjir bandang disertai longsor. Akibatnya, dua titik jalur provinsi Sukabumi–Sagaranten sempat tertutup material lumpur dan bebatuan.

Informasi yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan, titik pertama terjadi di Kampung Legokareuy, RT 04/04, Desa Cijangkar. Material longsor berupa lumpur dan batu menutup badan jalan hingga menghambat arus lalu lintas.

“Penanganan langsung dilakukan oleh pihak PU. Saat ini material masih dalam proses pembersihan,” ujar petugas P2BK Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad.

Baca Juga: Balap Liar Berujung Maut di Ujunggenteng, Satu Tewas Satu Kritis

Titik kedua berada di ruas jalan baru Desa Kertaangsana. Di lokasi ini, banjir bandang membawa material yang menutup akses jalan. Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas dengan sistem buka-tutup selama proses evakuasi berlangsung.

Bencana dipicu hujan dengan durasi lama yang menyebabkan debit air meningkat drastis, lalu menyeret material tanah dari perbukitan ke badan jalan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah wilayah terdampak di antaranya Kampung Legokareuy, Desa Cijangkar, serta Kampung Liung Gunung, Desa Kertaangsana. Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada lahan pertanian warga, meski nilai kerugian masih dalam pendataan.

Baca Juga: Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Bencana Beruntun Hantam Caringin dalam Satu Malam

Petugas gabungan dari berbagai unsur langsung bergerak ke lokasi. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, relawan, hingga pihak PU wilayah II turut melakukan penanganan.

“Petugas sudah melakukan assessment dan berkoordinasi lintas sektor. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan masih turun,” tambahnya.

Hingga sore hari, kondisi cuaca di lokasi masih diguyur hujan. Proses pembersihan material longsor terus dilakukan guna memulihkan akses jalan secara normal.

BPBD memastikan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *