Audiensi Tak Digubris, SIMPUL Semprot Kinerja DPRD Kota Sukabumi

Namun, hingga waktu yang ditentukan, tidak ada kejelasan dari pihak DPRD.

METROSUKABUMI.com – Pelayanan DPRD Kota Sukabumi kembali disorot. Solidaritas Independen Mahasiswa Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Sukabumi melayangkan kritik keras setelah permohonan audiensi mereka tak ditanggapi secara layak.

Koordinator SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, mengungkapkan pihaknya telah mengirim surat resmi pada 13 April 2026. Dalam surat tersebut, audiensi dijadwalkan berlangsung Kamis (16/4) pukul 13.00 WIB. Bahkan, seluruh pengurus sudah hadir langsung di Gedung DPRD sesuai waktu yang diajukan.

Namun, hingga waktu yang ditentukan, tidak ada kejelasan dari pihak DPRD. Ironisnya, konfirmasi baru diberikan sekitar empat menit sebelum jadwal dimulai.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk buruknya pelayanan publik. Kami sudah mengikuti prosedur, tapi diperlakukan seolah tidak penting,” tegas Norman.

Menurutnya, pihak DPRD kemudian menyampaikan audiensi akan dijadwalkan ulang dengan alasan pimpinan tidak berada di tempat. Alasan tersebut dinilai tidak masuk akal lantaran tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pihak pemohon.

“Kalau memang pimpinan tidak ada, seharusnya konfirmasi dilakukan jauh hari. Bukan beberapa menit sebelum jadwal. Ini menunjukkan lemahnya koordinasi internal,” ujarnya.

SIMPUL menilai sikap tersebut mencerminkan rendahnya komitmen DPRD dalam membuka ruang partisipasi publik. Padahal, audiensi merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Eks Buruh Tirtamas Geruduk Disnaker, Pesangon 3 Tahun Tak Dibayar Meski Aset Sudah Terjual

“Yang kami hadapi justru sebaliknya. Tidak profesional dan terkesan serampangan,” tambahnya.

Atas kejadian ini, SIMPUL mendesak DPRD Kota Sukabumi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan mekanisme komunikasi. Termasuk menetapkan standar operasional yang jelas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

SIMPUL juga memberi peringatan. Jika tidak ada langkah konkret, mereka siap menempuh langkah lanjutan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Aksi terbuka menjadi opsi jika pelayanan publik terus diabaikan,” tandas Norman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *