Diguyur Hujan Tanpa Henti, Selatan Sukabumi Porak-poranda: Longsor Tutup Jalur, Rumah Warga Ambruk

Dalam Sehari, Delapan Bencana Terjadi. Nyalindung Paling Parah

SUKABUMI – Wilayah selatan Kabupaten Sukabumi benar-benar “dikepung” bencana dalam sehari terakhir. Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Senin (13/4) hingga Selasa (14/4) memicu longsor di sejumlah titik, merusak rumah warga, hingga menutup akses jalan vital.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya delapan kejadian bencana dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Mayoritas terjadi di wilayah selatan, dengan Kecamatan Nyalindung sebagai titik terparah.

“Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama. Dalam satu hari, kejadian bencana tersebar di beberapa kecamatan, dan didominasi longsor,” ujar Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Di Kecamatan Nyalindung, longsor terjadi beruntun. Salah satunya di Kampung Ciseupan yang menyebabkan akses jalan lingkungan terputus total. Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas warga.

Tak hanya itu, ruas jalan kabupaten Nyalindung–Gegerbitung juga sempat lumpuh akibat longsoran rumpun bambu yang menutup badan jalan.

“Longsoran sudah dievakuasi bersama warga, kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas, namun masih berpotensi terjadi longsor susulan,” lanjutnya.

Situasi makin genting pada Selasa sore (14/4). Dua titik longsor sekaligus menutup jalur provinsi Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di kawasan Legokareuy dan Kertaangsana.

Material tanah menutup badan jalan, membuat arus lalu lintas terganggu dan sempat tidak bisa dilalui.
“Material longsor sedang dibersihkan oleh pihak PU. Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada,” ungkap Daeng.

Selain longsor, cuaca ekstrem juga merusak rumah warga. Di Kecamatan Kadudampit, satu rumah mengalami kerusakan berat akibat pondasi ambles dan atap ambruk. Sementara di Kecamatan Lengkong, satu rumah warga juga dilaporkan rusak di bagian atap setelah diterjang angin kencang.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Nyalindung, Jalur Sukabumi–Sagaranten Sempat Lumpuh

Di Kebonpedes, pohon tumbang di dua titik akibat angin kencang, sempat menghambat akses jalan sebelum akhirnya ditangani petugas gabungan.

Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan cukup terasa. Sejumlah warga terdampak dan membutuhkan bantuan, mulai dari material bangunan hingga logistik.

“Petugas sudah melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas sektor. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan longsor,” tegasnya.

Dalam sehari, alam seolah memberi peringatan keras. Selatan Sukabumi kini berada dalam bayang-bayang bencana susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *