SUKABUMI – Hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, akhirnya diresmikan, Kamis (16/4). Peresmian itu terasa istimewa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, turun langsung. Didampingi Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas.
Sejumlah pejabat Forkopimda Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, hingga unsur kecamatan ikut menyaksikan momen peresmian tersebut.
Dudung tak menutupi keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor yang sempat menerjang wilayah Cisolok. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya cukup terasa.
“Sekitar 10 rumah hanyut. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Baca Juga : Janji Waterboom Tinggal Wacana, Warga Fitra Pratama Residence Kirim Somasi: Developer Bungkam
Tak sekadar hadir, Dudung juga ikut “urun tangan”. Ia membantu pembangunan huntap di lokasi relokasi tersebut. Bahkan, ia berkomitmen menambah 10 unit rumah lagi di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.
“Hunian ini harus jadi titik balik. Memberikan rasa aman dan memulihkan kehidupan warga,” tegasnya.
Di hadapan warga, Dudung juga menyuntikkan semangat agar bangkit pascabencana. Ia meminta masyarakat tidak larut dalam trauma.

Sementara itu, Bupati Asep Japar mengingatkan warga agar menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Ia menegaskan, huntap bukan sekadar tempat tinggal, tetapi simbol kebangkitan.
“Kami minta warga merawat dengan baik. Kewaspadaan terhadap potensi bencana juga harus ditingkatkan,” ucapnya.
Asep juga memastikan, pemerintah daerah tak akan berhenti di pembangunan rumah. Infrastruktur penunjang bakal dikebut. Mulai dari akses jalan hingga sistem pipanisasi air bersih.
“Kita siapkan agar warga benar-benar nyaman di lokasi relokasi,” imbuhnya.
Baca Juga : Longsor Ganda Terjang Nagrak, 6 Rumah Terancam, Tebing Ambrol Usai Hujan Deras
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, Encep Hadiana, menyebut pembangunan huntap ini hasil gotong royong banyak pihak.
Menurutnya, 10 unit rumah yang telah berdiri merupakan buah kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Ini kolaborasi. Ada Pak Dudung, Menteri Muhaimin, KSAD Jenderal Maruli, anggota DPR RI, sampai Forkopimda,” pungkasnya.












