Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Warga Jampangtengah Harus Memutar 2 Km

Pusdalops BPBD sedang meninjau jembatan yang rusak akibat banjir. Foto: Metrsosukabumi.com

METROSUKABUMI.com – Bencana datang beruntun di Kecamatan Jampangtengah. Hujan deras yang mengguyur Sabtu malam (18/4) memicu banjir sekaligus pergerakan tanah. Dampaknya tak main-main: jembatan putus, akses warga lumpuh, dan ancaman susulan masih mengintai.

Luapan Sungai Cimapag menjadi biang kerok utama. Arus deras menghantam jembatan gantung sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter yang menghubungkan Kampung Cimanggu dan Kampung Cimapag hingga putus total.

Akibatnya, aktivitas warga langsung terganggu. Mereka kini terpaksa memutar sejauh kurang lebih 2 kilometer melalui Kampung Tegaldatar untuk sekadar beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Diduga Tanpa Izin dan Abaikan K3, Tower 52 Meter di Bojonggenteng Bikin Warga Waswas

“Untuk sementara akses utama terputus. Warga harus memutar cukup jauh,” ujar Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Tak berhenti di situ, terjangan air juga merobohkan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Tegaldatar. Struktur sepanjang 30 meter dengan tinggi 3 meter itu ambrol, membuat kondisi jalan lingkungan semakin rawan dilalui.

Pergerakan tanah terjadi di Kampung Bojongduren dengan retakan sepanjang 8 meter dan kedalaman mencapai 50 sentimeter. Foto : Istimewa

Ancaman lain muncul dari daratan. Pergerakan tanah terjadi di Kampung Bojongduren. Retakan sepanjang 8 meter dengan kedalaman hingga 50 sentimeter terpantau membelah area permukiman. Satu rumah milik Kamaludin (59) mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga: Dua Tahun Terlunta, 30 KK Korban Pergerakan Tanah Cihurang Masih Menunggu: Janji Tinggal Janji

Penghuni rumah, satu kepala keluarga dengan dua jiwa, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan cepat.

Petugas gabungan dari P2BK, Tagana, TNI-Polri, hingga pemerintah desa telah turun melakukan asesmen dan koordinasi. Warga pun diminta tetap waspada mengingat potensi bencana susulan masih cukup tinggi.

Saat ini, kebutuhan mendesak meliputi pembangunan jembatan darurat, pemasangan sekitar 300 kawat bronjong, serta bantuan logistik bagi warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *