JAKARTA, KOMPAS.TV – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter menuai beragam reaksi dari warga.
Seorang warga Karawang, Casmita, mengaku dirinya belum mengetahui informasi kenaikan harga Pertamax sebelum datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar kendaraannya.
“Tadi ada yang ngomong di pabrik, katanya naik. Saya kirain bohong, padahal beneran,” ujarnya di Karawang, Rabu (10/6/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Warga Jakarta, Dennis mengaku selama ini menggunakan Pertamax. Namun, usai adanya kenaikan harga, ia menganggap harga bahan bakar yang biasanya digunakannya itu menjadi mahal.
Ia berharap harga Pertamax bisa turun atau ada solusi lain yang bisa ditawarkan pemerintah.
“Berharapnya turun lagi lah atau ada subsidi mungkin ya, buat win-win solution aja,” ungkapnya di Jakarta, Rabu.
Warga Jakarta yang lain, Fitri mengaku kaget usai mendapat informasi harga Pertamax naik. Pasalnya, ia sehari-hari menggunakan bahan bakar jenis itu.
“Ya, kalau saya bilang sih lagi keberatan, kaget juga saya baru pagi-pagi ini dikasih tahu sama pegawai pomnya,” ucapnya di Jakarta, Rabu.
Fitri mengaku mungkin akan mengubah pola penggunaan bahan bakarnya.
Ia kemungkinan akan menggunakan Pertamax di awal-awal bulan atau sehabis gajian, kemudian beralih ke Pertalite pada akhir bulan untuk lebih menghemat pengeluaran.
Warga Pejompongan Jakarta Pusat, Tio juga mengaku beralih ke Pertalite usai adanya kenaikan harga Pertamax.
“Semakin mahal ya, dari Rp12 ribu ke Rp16 ribu. Habis itu, ya mau gimana? Dolar udah naik, apa-apa semua serba naik, mau enggak mau jadi beralihlah yang ke murah,” ungkapnya mengenai alasannya beralih ke Pertalite, di Pejompongan, Rabu, dipantau dari program Sapa Indonesia Siang KompasTV.
Tio berharap bisa ada penurunan harga bahan bakar ke depannya. Ia juga berharap rupiah menguat supaya ekonomi makin stabil.
Dipantau dari program sama, tayangan KompasTV menunjukkan antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi Pertalite di SPBU Pejompongan, Jakpus.
Antrean ini didominasi pengendara sepeda motor. Tampak ada sejumlah pengemudi ojek daring di antara antrean itu, ada juga warga biasa yang mengendarai sepeda motor mengantre bahan bakar Pertalite di SPBU tersebut.
Sumber: KOMPAS.tv












