Tragis! Bocah 12 Tahun Hanyut Sepekan di Perairan Ciracap Sukabumi, Operasi SAR Dihentikan

Operasi pencarian korban hanyut oleh Tim SAR Sukabumi relawan gabungan diperairan Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). | Sumber foto: Bakar.

METROSUKABUMI.com – Operasi pencarian terhadap Tobi Efendi (12), wisatawan asal Bogor yang hilang terseret arus di kawasan Muara Cipanarikan-Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.

Tim SAR gabungan Sukabumi menutup operasi pada Kamis (25/6/2026) pukul 17.00 WIB. Hingga akhir pencarian, jasad bocah tersebut belum berhasil ditemukan.

Tobi hilang bersama ayahnya, Ahmad Efendi (36), warga Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, saat berenang di muara sungai pada Jumat (19/6/2026) sore. Keduanya terseret arus kuat dan gelombang laut hingga hilang dari pandangan keluarga.

Jasad Ahmad Efendi ditemukan keesokan harinya, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 08.40 WIB, berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Tobi masih belum ditemukan hingga operasi ditutup.

Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas yang membatasi masa pencarian selama tujuh hari.

“Kami berupaya terus melakukan pencarian sesuai SOP selama tujuh hari, dan ikhtiar kami tidak membuahkan hasil,” kata Andri kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Sebelum operasi ditutup, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif baik melalui jalur darat maupun laut. Area pencarian diperluas hingga ke berbagai titik pesisir selatan Sukabumi, termasuk kawasan Ombak Tujuh di perbatasan Ciracap-Ciemas, perairan Ujunggenteng, Pantai Minajaya di Surade, Pantai Cikepuh, Pantai Sodong Parat, hingga Pulau Keris di Ciemas.

Meski operasi resmi dihentikan, pemantauan tetap berlanjut. Andri meminta para nelayan yang melaut di perairan selatan Sukabumi untuk terus waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan SAR Palabuhanratu, Cisolok, Banten, dan Cianjur,” tambahnya.

Peristiwa nahas itu bermula pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Ahmad Efendi bersama istri dan kedua anaknya sedang berwisata di Pantai Pasir Putih. Sekitar pukul 16.20 WIB, ayah dan anak tersebut berenang di kawasan muara hingga terseret arus deras.

Proses pencarian melibatkan Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Satpolairud Polres Sukabumi, Polsek Ciracap, P2BK Ciracap, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Ciracap, Balawista, Rukun Nelayan, dan puluhan relawan.

Keluarga korban diketahui telah kembali ke Kota Bogor pada Kamis malam setelah operasi pencarian resmi dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *