METROSUKABUMI.com – Kejutan di Kota Sukabumi. Unit Reskrim Polsek Cikole Polres Sukabumi Kota berhasil membongkar kasus pembunuhan perempuan berinisial R hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Pelaku, ES (48), warga Kabupaten Bogor, ditangkap di Cigudeg, Bogor, Kamis (25/6/2026) sore.
Kapolsek Cikole Kompol Ma’ruf Moerdianto mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil kerja cepat timnya.
“Alhamdulillah, kurang dari 1×24 jam setelah mayat ditemukan, pelaku sudah kami amankan di Bogor,” kata Ma’ruf kepada metrosukabumi.com, Jumat (26/6/2026).
Awalnya, kematian R tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang jelas. Namun kecurigaan penyidik membuat polisi tetap mendalami kasus ini. Hasil autopsi di RSUD R. Syamsudin, SH akhirnya membongkar fakta mengerikan: korban tewas akibat kekerasan.
Dari hasil penyidikan, diketahui ES dan R telah menjalin hubungan asmara selama sekitar satu tahun. Pada Senin (22/6/2026) malam, keduanya berangkat bersama dari Bogor ke Sukabumi naik kereta api.
Rencananya mereka akan melanjutkan perjalanan ke Palabuhanratu, tetapi karena sudah larut, mereka memutuskan menginap di sebuah hotel di Jalan Stasiun Timur, Cikole.
Keesokan paginya, sekitar pukul 09.00 WIB, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Diduga karena emosi yang memuncak, ES kemudian melakukan aksi keji.
“Pelaku mencekik leher korban dengan tangan kanan sambil membekap mulut dengan tangan kiri dari belakang saat korban dalam posisi telungkup di kasur,” jelasnya.
Setelah membunuh kekasihnya, ES kabur meninggalkan hotel sambil membawa kunci kamar. Ia langsung kembali ke Bogor dengan dalih hendak bekerja ke Sumatera. Penyidik masih mendalami alibi tersebut.
Polisi menyita beberapa barang bukti penting, di antaranya dua unit handphone milik pelaku dan korban, tas, dompet, serta dua lembar tiket kereta api Bogor-Sukabumi yang menjadi petunjuk vital mengungkap identitas pelaku.
ES saat ini ditahan dan dijerat Pasal 458 dan/atau Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.
Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif pasti di balik pembunuhan tersebut.












