METROSUKABUMI.com – Musim kemarau yang berlangsung lebih dari satu bulan mulai berdampak pada krisis air bersih di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Sejumlah warga terpaksa mengandalkan pasokan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.
Pada Senin (3/8/2026), mobil tangki milik PMI dan BPBD kembali mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan.
Komandan Regu BPBD Kota Sukabumi, Kusnawan, mengatakan penyaluran kali ini merupakan distribusi keempat sejak musim kemarau melanda wilayah tersebut.
“Ini sudah empat kali penyaluran air bersih kurang lebih selama satu bulan terakhir. Kami bersama PMI dan pihak kelurahan terus menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Kusnawan kepada wartawan.
Menurutnya, penyebab utama krisis air bersih di kawasan tersebut karena sebagian besar warga mengandalkan sumur bor sebagai sumber air. Saat musim kemarau berkepanjangan, debit air tanah menurun drastis sehingga sumur mengering.
“Warga di sini mayoritas menggunakan sumur bor. Selain itu lokasinya juga cukup jauh dari Sungai Cimandiri sehingga sumber air alternatif terbatas,” katanya.
BPBD mencatat, wilayah RW 04 Kelurahan Cikundul menjadi salah satu kawasan yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba.
“RW 04 menjadi wilayah yang hampir setiap musim kemarau mengalami kekeringan air bersih,” jelasnya.
Selain fokus mendistribusikan air bersih, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang biasanya meningkat saat cuaca kering.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran di lahan kosong atau kebun. Jika memang harus membakar, pastikan api benar-benar padam dan tidak ditinggalkan. Untuk penyaluran air bersih, BPBD akan terus merespons permintaan dari masing-masing wilayah melalui pihak kelurahan,” pungkas Kusnawan.












