METROSUKABUMI.com – Aksi kekerasan terhadap seorang satpam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sukabumi terekam kamera CCTV. Korban menjadi sasaran dugaan pengeroyokan sejumlah orang yang menyerangnya menggunakan benda tumpul.
Korban diketahui bernama Rafik Andrean, 27. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Rambay menuju Jalur Lingkar Selatan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026) dini hari.
Dalam rekaman CCTV, terlihat korban bersama seorang rekannya berada di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah pengendara motor datang dan mengejar korban.
Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan mencari perlindungan di sebuah pos keamanan. Namun, para pelaku disebut tetap mendatangi lokasi dan melakukan penyerangan.
Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Ade Ruli Bachtiar membenarkan adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan secara bersama-sama yang menimpa korban.
“Peristiwa ini diduga melibatkan sejumlah orang yang secara bersama-sama memukuli korban menggunakan benda tumpul berupa bambu dan kayu,” ujar Ade saat memberikan keterangan resmi, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, aksi penganiayaan bermula ketika para pelaku mendatangi lokasi dan langsung melayangkan pukulan secara bertubi-tubi hingga korban tidak berdaya.
Hantaman benda tumpul tersebut menyebabkan korban mengalami sejumlah luka serius.
“Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami rasa sakit yang hebat, luka sobek pada bagian pelipis mata sebelah kiri, serta luka parah di bagian kepala belakang,” jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi keluarga, korban saat kejadian tengah menjalankan tugas bersama seorang asisten lapangan. Keduanya disebut hendak membeli garam ke Pasar Cisaat.w
Dalam perjalanan pulang, korban dan rekannya sempat berhenti setelah melihat barang yang diduga terjatuh. Saat korban turun dari sepeda motor untuk mencari barang tersebut, sekelompok pengendara motor datang dari arah Rambay.
Korban kemudian berusaha menghindar hingga akhirnya terjatuh dan dikejar oleh kelompok tersebut.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, salah seorang dari kelompok pengendara motor terlihat membawa bendera Persib. Peristiwa tersebut terjadi beberapa jam setelah pertandingan final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya pada Kamis (6/8/2026) malam.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menyebut kelompok tersebut sebagai bagian dari organisasi atau komunitas suporter tertentu.
Setelah mendapatkan serangan, korban mencari perlindungan ke pos keamanan di sekitar klinik yang berada di Jalur Lingkar Selatan. Satpam yang berjaga kemudian membantu mengamankan korban.
Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi kini melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut. Rekaman CCTV menjadi salah satu bahan yang diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Polisi juga masih mendalami kronologi serta motif di balik aksi penyerangan tersebut.












