METROSUKABUMI.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parakansalak Lebaksari 2 mulai menyosialisasikan dan menerapkan Sistem Informasi Pelayanan Gizi Nasional (SIPGN). Sistem tersebut digunakan untuk memperkuat pengawasan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam proses penyaluran kepada penerima manfaat.
Selain penerapan SIPGN, SPPG Parakansalak Lebaksari 2 juga menggelar edukasi gizi dengan menggandeng PIC sekolah dan kader Posyandu yang menjadi bagian dari penerima manfaat program MBG.
Ahli Gizi SPPG Parakansalak Lebaksari 2, Tamara Sitanggang, mengatakan penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola program MBG agar proses pendistribusian dapat dipantau secara lebih baik.
“Jadi terkait pengawasan dan perbaikan tata kelola MBG saat ini sedang dilakukan pembenahan, termasuk sistematika dan mekanisme pendistribusian SPPG bisa langsung terkontrol di daerah tersebut,” ujar Tamara, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, sosialisasi tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai program MBG, termasuk pentingnya kontrol sosial dari penerima manfaat.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi, penerima manfaat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi serta turut berperan dalam menjaga transparansi pelaksanaan program MBG.
“Ini menjadi ajang sosialisasi Program MBG lebih dalam, terutama dalam kontrol sosial dari penerima manfaat, kemudahan akses dan transparansi publik terhadap Program MBG. Dalam hal ini menu yang disajikan dan didistribusikan langsung terkontrol ke pusat,” jelasnya.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, Tamara juga menjelaskan pentingnya penerapan konsep gizi seimbang melalui pedoman Isi Piringku.
Ia menegaskan, konsep gizi seimbang saat ini tidak lagi menggunakan pemahaman lama tentang “4 Sehat 5 Sempurna”.
“Gizi seimbang itu harus berdasarkan konsep Isi Piringku, tidak lagi menggunakan konsep 4 sehat 5 sempurna. Artinya, susu tidak selalu menjadi penyempurna atau pelengkap dalam makanan kita sehari-hari dan hal itu dapat diganti sumber protein yang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Parakansalak Lebaksari 2, Tri Dendra Sadewa, mengatakan edukasi gizi yang diberikan kepada PIC penerima manfaat diharapkan dapat memperkuat pemahaman sekaligus menjadi kepanjangan tangan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Dengan edukasi gizi ini kepada PIC penerima manfaat diharapkan juga menjadi kepanjangan tangan dalam pelaksanaan Program MBG dan menambah pengetahuan terkait gizi seimbang,” tuturnya.
Tri menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG yang selama ini diberikan SPPG Parakansalak Lebaksari 2 kepada 27 kelompok penerima manfaat (KPM).
“Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan Program MBG yang diberikan SPPG Parakansalak Lebaksari 2 kepada 27 kelompok penerima manfaat. Harapannya, pelaksanaan ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya.












