METROSUKABUMI.com – Penantian 15 warga Kabupaten Sukabumi yang sempat terlantar di Kalimantan Utara akhirnya berbuah lega. Setelah mengalami persoalan saat berada di luar daerah, belasan warga tersebut tiba kembali di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (19/8/2026).
Setibanya di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, mereka langsung mendapat tempat beristirahat dan makanan. Kondisi kesehatan mereka juga diperiksa petugas UPTD Puskesmas Cisaat sebelum dipulangkan ke wilayah masing-masing.
Kepala Dinsos Kabupaten Sukabumi, Amanudin, mengatakan proses pemulangan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi warga yang berada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Baca Juga : Sidang Nizam Syafei: Ahli Forensik Ungkap Penyakit Kronis, Kuasa Hukum Ibu Tiri Buka Suara
Informasi tersebut, kata dia, pertama kali diketahui melalui media sosial pada 8 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Sukabumi kemudian merespons dan melakukan koordinasi untuk memastikan warga dapat kembali ke daerah asal.
“Kami melakukan kegiatan penjemputan untuk pemulangan warga Kabupaten Sukabumi yang terindikasi terlantar di wilayah Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Saya dapat informasi dari media sosial, kalau tidak salah ini tanggal 8 Agustus, dan Pak Bupati merespons dengan cepat,” kata Amanudin.
Sebanyak 15 warga tersebut diketahui berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Di antaranya Caringin, Warungkiara, Bantargadung, Palabuhanratu, dan Simpenan.
Sesampainya di Sukabumi, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi warga setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari Kalimantan Utara.
Baca Juga : Korban Terseret Ombak Pantai Karangnaya Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Jika ditemukan keluhan kesehatan, warga akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan sesuai wilayah tempat tinggalnya.
Setelah kondisi dinyatakan memungkinkan, Dinsos Kabupaten Sukabumi akan memfasilitasi kepulangan warga ke daerah masing-masing dengan melibatkan pemerintah desa.
Pemantauan juga tidak berhenti setelah mereka tiba di rumah. Dinsos memastikan pemerintah desa ikut memonitor kondisi para warga tersebut di lingkungan tempat tinggalnya.
Sebelumnya, 15 warga Sukabumi tersebut berangkat ke wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, untuk bekerja sebagai penyadap karet. Mereka disebut berangkat setelah mendapatkan informasi pekerjaan dengan penghasilan sekitar Rp3,9 juta per bulan.
Baca Juga : Tahanan Kasus Pencurian Kabur dari Lapas Warungkiara, Tinggal 2 Bulan Lagi Bebas
Namun, kondisi pekerjaan yang ditemui di lapangan disebut tidak sesuai dengan informasi awal. Setelah sekitar satu bulan bekerja, sejumlah warga memilih meninggalkan lokasi hingga akhirnya mengalami kesulitan untuk kembali ke Sukabumi karena keterbatasan biaya.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian berbagai pihak. Upaya pemulangan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak hingga akhirnya belasan warga itu bisa kembali ke kampung halaman.
Kepulangan 15 warga tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan di luar daerah. Informasi mengenai perusahaan, lokasi kerja, jenis pekerjaan, hingga perjanjian kerja perlu dipastikan sebelum memutuskan berangkat.
Kini, setelah tiba di Sukabumi dan menjalani pemeriksaan kesehatan, belasan warga tersebut secara bertahap dipulangkan ke wilayah asal masing-masing dengan pendampingan pemerintah desa.












