METROSUKABUMI.com – Khanza Khaerunisa Al Rosyid atau akrab disapa Chaca menjadi salah satu talenta muda asal Kabupaten Sukabumi yang berhasil menembus Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17.
Di usia yang baru menginjak 15 tahun, pesepak bola putri asal Kampung Naggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tersebut dipercaya memperkuat skuad Garuda Muda di posisi bek tengah (center back).
Chaca merupakan putri pasangan Cepi Ali Rosyid dan Hoerunnisa. Sang ayah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Perjalanan Chaca di dunia sepak bola dimulai dari Tunas Harapan Prakasa Cicurug. Bakatnya kemudian terus dikembangkan hingga mendapat kesempatan bergabung dengan Cipta Cendikia Football Academy (CCFA) Bogor, akademi sepak bola khusus perempuan.
Baca Juga : Kabar Baik Warga Cibadak! Sumur Bor Dibangun, Akses Air Bersih Mulai Teratasi
Menariknya, Chaca mendapatkan kesempatan tersebut melalui program beasiswa.
Menurut Mang Gona Tea, pemilik sekaligus pelatih Tunas Harapan Prakasa Cicurug, Chaca merupakan sosok pemain yang memiliki kedisiplinan dan komitmen tinggi.
“Chaca anak yang disiplin. Komitmennya juga kuat. Kedisiplinannya di atas rata-rata pemain lain,” ujar Mang Gona Tea.
Kerja keras dan konsistensi tersebut akhirnya mengantarkan Chaca ke level nasional. Meski masih berusia 15 tahun, ia dipercaya menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17.
Baca Juga : Pilunya Perjuangan Aghna, Anak Yatim Asal Cidahu Sukabumi Lawan Kanker Mata Stadium 4
Dalam waktu dekat, Chaca juga akan menjalani persiapan training camp (TC) di Singapura sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan internasional yang akan diikuti Timnas Indonesia U-17.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Chaca untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah mental bertanding di level internasional.
Bagi Mang Gona Tea, keberhasilan Chaca menembus Timnas Indonesia U-17 menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih, perjalanan tersebut dimulai dari pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
Baca Juga : Sidang Nizam Syafei: Ahli Forensik Ungkap Penyakit Kronis, Kuasa Hukum Ibu Tiri Buka Suara
Mang Gona Tea sendiri merupakan pemilik sekaligus pelatih Tunas Harapan Prakasa Cicurug. Ia juga menjadi pembina Generasi Emas Anak Sekolah Sepak Bola Indonesia (GEAS) yang menaungi sekolah sepak bola dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia berharap perjalanan Chaca bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Sukabumi lainnya untuk terus berlatih, menjaga disiplin, serta berani bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
“Semoga Chaca terus berkembang, tetap disiplin dan komitmen, serta bisa membawa nama baik Sukabumi dan Indonesia,” harapnya.
Dari lapangan sepak bola di Cicurug, Chaca kini melangkah ke panggung yang lebih besar. Putri seorang buruh tani itu membuktikan bahwa kesempatan dan kerja keras dapat membuka jalan menuju level nasional, bahkan internasional.












