METROSUKABUMI.com – Panggung politik PPP di Sukabumi memanas. Andri Hidayana akhirnya resmi menakhodai DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Sukabumi lewat Muscab X yang digelar di Lido Resort, Senin (20/4).
Tak ada drama. Tak ada tarik-ulur. Andri melenggang mulus secara aklamasi setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt).
Namun bukan sekadar kemenangan internal. Andri langsung tancap gas. Targetnya tak main-main: 1 juta suara dari kawasan Pakuan Raya.
Baca Juga: Aklamasi Tanpa Lawan, Ferry Supriyadi Nahkodai HIPMI Sukabumi 2026–2029
“Ini bukan mimpi. Ini target yang sudah dihitung matang,” tegasnya di hadapan ratusan kader yang memadati arena Muscab.
Mesin Partai Dipanaskan dari Akar Rumput
Andri paham betul medan. Ia bukan pemain instan. Kariernya ditempa dari bawah dari saksi TPS hingga memimpin PAC. Itu sebabnya, strategi yang diusung pun jelas: rapatkan barisan dari level paling bawah.
“PAC, DPC, semua harus solid. Kebangkitan PPP dimulai dari sekarang,” tandasnya.
Bukan sekadar jargon. Konsolidasi lintas daerah langsung disiapkan. Wilayah Pakuan Raya Sukabumi, Bogor, Cianjur hingga Depok dipatok sebagai basis kebangkitan.
Baca Juga: Safari Ramadan Berbuah Fasilitas Publik, Dewi Asmara Tancap Gas Resmikan Lapangan Warga Bojong Jagal
Rinciannya?
Sukabumi: 350 ribu suara
Bogor: 350 ribu suara
Cianjur: 150 ribu suara
Sisanya: Depok dan wilayah lain
Bukan Retorika, Infrastruktur Sudah Disiapkan
Andri tak ingin kemenangan hanya berhenti di podium pidato. Ia bicara teknis dari kendaraan operasional hingga kesiapan saksi di TPS.
Artinya jelas: mesin partai sudah mulai digerakkan sejak sekarang.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa PPP tak ingin sekadar numpang lewat di Pemilu 2029. Target besar dipasang: kembali punya taji, bahkan tembus Senayan.
Muscab ini bukan sekadar pergantian ketua. Ini adalah titik balik.
Di tengah dinamika internal partai, kader di daerah justru menunjukkan soliditas. Bahkan sebelumnya, 47 PAC di Sukabumi sudah satu suara mendukung Andri.












