Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Nyalindung Lenyap, Warga Bangkit Bangun Akses Darurat!

Warga bersama aparat gabungan bergotong royong membangun jembatan darurat di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Selasa (21/4/2026), setelah jembatan utama hanyut diterjang banjir bandang. Foto : Istimewa

METROSUKABUMI.com – Banjir bandang yang menerjang Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, benar-benar melumpuhkan akses warga. Jembatan di Kampung Cipiit hilang tersapu arus deras. Namun, di tengah keterbatasan, warga memilih bangkit.

Tanpa menunggu lama, Selasa (21/4/2026), masyarakat bersama aparat gabungan langsung bergerak. Gotong royong membangun jembatan darurat pun dilakukan demi memulihkan akses yang sempat terputus total.

Sejak pagi, warga terlihat sibuk mengangkut bambu, kayu, dan material seadanya. Dengan semangat kebersamaan, mereka merangkai satu per satu bagian jembatan agar bisa segera dilalui.

Baca Juga: Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Warga Jampangtengah Harus Memutar 2 Km

Tak hanya warga, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, hingga relawan turun langsung ke lokasi membantu percepatan pembangunan.

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengapresiasi gerak cepat masyarakat dalam menangani dampak bencana tersebut.

“Gotong royong yang dilakukan warga ini sangat membantu percepatan penanganan darurat. Jembatan ini menjadi akses vital, sehingga upaya cepat seperti ini sangat diperlukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.

Baca Juga: Dua Tahun Terlunta, 30 KK Korban Pergerakan Tanah Cihurang Masih Menunggu: Janji Tinggal Janji

Sementara itu, pemerintah desa bersama pihak teknis turut memberikan arahan agar konstruksi jembatan darurat tetap aman digunakan meski bersifat sementara.

Kata ia, Keberadaan jembatan ini sangat krusial. Tanpa akses tersebut, warga harus memutar jauh dengan kondisi medan yang cukup berat. Kini, harapan mulai terbuka setelah jalur penghubung kembali dibangun.

“Solidaritas warga menjadi bukti bahwa di tengah bencana, kekuatan terbesar justru lahir dari kebersamaan,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *