METROSUKABUMI.com – Kebakaran kembali melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Cikundul, Kampung Saluyu, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIB. Kobaran api dengan cepat menyebar di kawasan TPAS nonaktif. Luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 2,3 hektare.
Kondisi angin dan kemarau panjang membuat api cepat menjalar. Bahkan, kobaran api disebut berputar menyerupai pusaran sebelum menyambar tumpukan sampah di sejumlah titik.
Baca Juga : TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, 4 Jam Petugas Berjibaku Jinakkan Api
Puluhan lapak penampungan barang rongsokan yang berada di sekitar kawasan TPAS juga turut terdampak kebakaran.
Upaya pemadaman langsung dilakukan petugas gabungan. Sejumlah armada pemadam kebakaran (damkar) dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dikerahkan ke lokasi.
Petugas juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup, serta relawan Sehati Sukabumi.
Baca Juga : Kekeringan Nagrak Sukabumi Makin Parah, 100 KK Terima 5.000 Liter Air Bersih
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaky bersama Wakil Wali Kota Sukabumi turut meninjau langsung lokasi kebakaran untuk melihat kondisi penyebaran api di kawasan TPAS yang sudah tidak aktif tersebut.
Ayep mengatakan, penyebab pasti munculnya api masih belum diketahui. Namun, kondisi kemarau panjang dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menyebar.
“Ini kan karena kemarau yang begitu panjang. Sumber api dari mana, ini kita belum diketahui, karena langsung menyebar,” kata Ayep kepada awak media saat meninjau lokasi.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memantau proses pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Kejadian tadi malam, tapi saya langsung turun. Wakil wali kota dan semua, kita akan kawal terus supaya ini tidak terus meluas,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, armada damkar dari Kabupaten Sukabumi turut diperbantukan. Ayep menyebut kondisi sejumlah kendaraan damkar milik Kota Sukabumi juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena faktor usia kendaraan.
“Kalau misalnya damkar kita karena sudah pada tua juga, kurang fungsional, ya kita minta bantuan dari damkar kabupaten,” jelasnya.
Baca Juga : BPOM Jabar Sidak Gudang Saus di Nagrak Sukabumi, Izin Edar dan Air Tanah Disorot
Kebakaran TPAS Cikundul juga berdampak terhadap aktivitas pembuangan sampah dari wilayah Kota Sukabumi. Ayep mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan proses pembuangan sampah sementara tersendat.
“Dampaknya dari ini, pembuangan sampah TPA jadi tersendat sehingga sampah dari kota belum bisa masuk,” katanya.
Ke depan, Pemkot Sukabumi berencana mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R).
“Ya, otomatis kita nanti akan fungsionalkan di TPST 3R,” ujar Ayep.
Baca Juga : Sempat Terlantar di Brunei, PMI Asal Sukabumi Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga
Selain penanganan kebakaran, pemerintah daerah juga berencana memperkuat armada pemadam kebakaran. Pengadaan kendaraan damkar baru disiapkan untuk meningkatkan kecepatan pelayanan ketika terjadi keadaan darurat.
“Kita akan usahakan dengan pembelian damkar yang baru,” tegasnya.













Respon (2)