Kekeringan Nagrak Sukabumi Makin Parah, 100 KK Terima 5.000 Liter Air Bersih

Petugas menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada sekitar 100 KK warga Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/9/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Kekeringan masih dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Sukabumi. Di Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, sekitar 100 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut membuat air sumur dan sumber mata air warga semakin sulit diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi itu, P2BK Nagrak bersama BPBD Kabupaten Sukabumi dan PMI Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada warga, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga : Harhubnas 2026 di CFD Sukabumi Meriah, 80 UMKM hingga Layanan Publik Hadir untuk Warga

Distribusi air bersih dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai. Bantuan menyasar warga di RT 01 dan RT 02, RW 011, Kampung Pangkalan, Desa Nagrak Utara.

Petugas P2BK Nagrak, Miky, mengatakan penyaluran dilakukan karena warga mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan konsumsi maupun rumah tangga.

“Air sumur dan sumber mata air warga sudah semakin berkurang. Karena itu, kami melakukan distribusi air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga,” kata Miky.

Baca Juga : BPOM Jabar Sidak Gudang Saus di Nagrak Sukabumi, Izin Edar dan Air Tanah Disorot

Menurutnya, bantuan sebanyak 5.000 liter tersebut diperuntukkan bagi sekitar 100 KK yang terdampak kekeringan.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi P2BK Nagrak, BPBD Kabupaten Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi, serta pihak donatur yang disebut sebagai Hamba Allah.

Miky berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Baca Juga : Dinas Pertanian Ungkap 11 Perkebunan di Sukabumi Bermasalah, Ini Hasil Evaluasinya

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penanganan sementara bagi masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan air. Kondisi di lapangan tetap perlu dipantau, terutama apabila curah hujan belum mampu mengembalikan debit sumber air warga.

P2BK Nagrak bersama BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Nagrak.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *