SUKABUMI – Jembatan di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, yang sempat viral karena kondisinya melintir akhirnya disterilkan total. Aparat gabungan memasang garis polisi dan menutup akses bagi warga. Tak ada lagi yang boleh melintas.
Langkah tegas ini diambil setelah kondisi jembatan dinilai membahayakan. Terlebih sebelumnya sempat beredar video anak-anak sekolah yang nekat melintasi jembatan tersebut.
Sejak Sabtu (4/4), personel bersenjata dari Brimob Polda Jabar tampak berjaga di lokasi. Mereka memastikan area benar-benar steril dari aktivitas warga.
Baca juga: PHK Beruntun Disorot, Buruh Kepung Pabrik hingga Pendopo: Ada Apa di Balik PT Star Comgistic?
“Kami mendapat perintah langsung dari pimpinan untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi jembatan ini,” ujar Aiptu Sugiyanto, Danru Sat Brimob Polda Jabar, saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, penutupan total bukan tanpa alasan. Struktur jembatan yang sudah melintir berpotensi ambruk sewaktu-waktu jika tetap dipaksakan dilalui.
“Memang sengaja dipasang pembatas dan garis polisi supaya tidak ada yang melintas. Ini untuk mengantisipasi adanya korban jiwa,” tegasnya.
Sterilisasi ini menjadi langkah darurat sambil menunggu penanganan dari pemerintah. Aparat memastikan, keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Baca juga: Motor Kurir Dicuri di Sukaraja Sukabumi, Pelaku Dikejar Warga dan Ditangkap
Kabar baiknya, perbaikan jembatan disebut tinggal menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah provinsi. Jika tidak ada hambatan, proses pembangunan ditargetkan mulai dalam waktu dekat.
“Insya Allah, kalau sudah sampai ke gubernur, minggu-minggu ini akan mulai dibangun,” ungkap Sugiyanto.
Sementara itu, warga di0minta bersabar dan menggunakan jalur alternatif untuk beraktivitas.Aparat juga mengimbau agar tidak ada yang nekat menerobos garis polisi demi keselamatan bersama.
Jembatan ini kini bukan lagi sekadar viral tapi jadi alarm nyata soal keselamatan infrastruktur.












