Banjir Bandang Kembali Terjang Jalur Nasional Sukabumi–Cianjur, Cimangkok Jadi Titik Rawan

Peristiwa ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi banjir bandang yang ada di Cimangkok. Foto: Istimewa.

Metrosukabumi.com – Banjir bandang kembali menerjang ruas jalan nasional Sukabumi–Cianjur, tepatnya di Km 11, Kampung Cimangkok, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Jumat (17/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, luapan air terjadi secara tiba-tiba dan menggenangi badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terganggu dan membahayakan para pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

“Lokasi tersebut memang menjadi titik langganan banjir saat hujan deras turun dengan durasi cukup lama,” ujar pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun pengungsian, kejadian ini berdampak langsung terhadap pengguna jalan. Genangan air yang cukup deras sempat menyulitkan kendaraan melintas, terutama kendaraan roda dua.

Baca Juga: Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 12 KK Terdampak

Tim gabungan yang terdiri dari P2BK Sukalarang, unsur kecamatan, TNI-Polri, Tagana, Satpol PP, hingga Damkar Sukaraja langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan darurat. Upaya penanggulangan dilakukan guna memastikan kondisi kembali aman dan lalu lintas dapat dilalui.

Saat ini, kondisi banjir dilaporkan telah surut seiring dengan meredpanya hujan. Namun demikian, kewaspadaan tetap diminta mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.

Pihak BPBD merekomendasikan agar dilakukan penanganan permanen, terutama dengan mengganti saluran gorong-gorong yang dinilai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Selain itu, laporan kejadian juga akan disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi untuk tindak lanjut.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di jalur rawan bencana ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *