METROSUKABUMI.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto turun langsung meninjau program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Program bedah rumah itu merupakan bagian dari aksi sosial Kementerian Imipas yang bersumber dari hasil pengelolaan program pembinaan warga binaan pemasyarakatan.
Dalam peninjauannya, Agus melihat langsung kondisi rumah penerima manfaat yang sebelumnya tergolong tidak layak huni. Tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, rumah yang telah direnovasi juga dilengkapi sejumlah fasilitas dan perabot dasar untuk menunjang kenyamanan penghuni.
Baca Juga: Biadab! Seorang Ayah Kandung di Sukabumi Rudapaksa Anak Sendiri
“Program ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam mendukung program pemerintah, termasuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat dan penguatan ketahanan sosial,” ujar Agus saat berdialog dengan warga penerima manfaat.
Tercatat, sebanyak lima unit rumah warga dan dua masjid mendapat bantuan renovasi dalam program tersebut. Menariknya, pembangunan dilakukan dalam waktu relatif singkat dengan memanfaatkan material hasil karya warga binaan pemasyarakatan, termasuk produk beton yang diproduksi di lingkungan lapas.
Agus menegaskan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. Selain menjadi sarana pembinaan, program tersebut juga menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan sosial.
Baca Juga: Warga Keluhkan Revitalisasi Irigasi Cisekarwangi, Soal Material hingga Minim Sosialisasi
Salah seorang penerima manfaat mengaku terharu dan bersyukur karena kini keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak. Sebelumnya, rumah yang ditempati hanya berdinding bilik sederhana dengan fasilitas sanitasi yang sangat terbatas. Setelah direnovasi, rumah tersebut memiliki ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi yang lebih memadai.
Selain meninjau program bedah rumah, Menteri Agus juga mengunjungi kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Warungkiara yang menjadi pusat pembinaan kemandirian warga binaan berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan tersebut, Kementerian Imipas berharap keberadaan pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembinaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.












