Perahu Karet TNI AL Disiagakan di Jembatan Leuwidinding yang Ambruk, Bupati Sukabumi: Masyarakat Sangat Membutuhkan

Bupati Sukabumi Asep Japar saat diwawancarai awak media menyebut fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sambil menunggu pembangunan jembatan baru. (Metrosukabumi.com).

METROSUKABUMI.com– Mobilitas warga di sekitar Jembatan Gantung Leuwidinding yang ambruk kini mendapat dukungan dari TNI Angkatan Laut. Dinas Teritorial (Dister) Komando Armada RI Angkatan Laut menyerahkan bantuan berupa satu unit perahu karet, sepasang dayung, dan enam pelampung untuk melayani penyeberangan warga di Sungai Cimandiri.

Perahu karet tersebut mulai disiagakan di lokasi jembatan penghubung Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Kampung Kebonjati, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga : Krisis Air Bersih Meluas di Cibadak, 530 KK di Desa Sekarwangi Terdampak Kemarau Tiga Pekan

Bantuan itu menggantikan perahu karet milik BPBD Kabupaten Sukabumi yang selama ini digunakan sejak Jembatan Gantung Leuwidinding ambruk akibat diterjang banjir bandang luapan Sungai Cimandiri pada 28 Desember 2025.

Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AL yang dinilai sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya pelajar dan warga yang setiap hari harus menyeberangi sungai.

“Itu nanti dimanfaatkan kepada masyarakat yang membutuhkan di lokasi,” kata Asep Japar kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga : SIMPUL Desak Bupati Sukabumi Bentuk Satgas MBG, Pertanyakan Komitmen Nyata Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, keberadaan perahu karet menjadi solusi sementara agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat tetap berjalan meski jembatan belum kembali berfungsi.

Terkait pembangunan kembali Jembatan Gantung Leuwidinding, Asep memastikan pemerintah terus berupaya mempercepat realisasinya.

“Insyaallah secepatnya,” singkatnya.

Jembatan Gantung Leuwidinding sebelumnya menjadi akses vital bagi warga di dua kecamatan. Sejak ambruk diterjang banjir bandang, masyarakat harus mengandalkan perahu untuk menyeberangi Sungai Cimandiri hingga jembatan baru selesai dibangun.

Penulis: Ikbal BkEditor: A. Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *