Jembatan Gantung Berusia 104 Tahun di Sukabumi Resmi Dibuka, Kini Lebih Kokoh dan Siap Dongkrak Wisata

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Jembatan Gantung Prima Jantake di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Sabtu (4/7/2026). (Foto : Istimewa).

METROSUKABUMI.com – Setelah puluhan tahun menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, Jembatan Gantung Prima Jantake di Kampung Jantake, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, akhirnya tampil dengan wajah baru. Jembatan berusia 104 tahun itu kini resmi kembali digunakan usai direvitalisasi oleh Polres Sukabumi Kota.

Peresmian dilakukan langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Bupati Sukabumi Asep Japar dan Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, Sabtu (4/7/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita yang disaksikan unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Jembatan sepanjang 35 meter tersebut dibangun pada 1922 dan menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Sasagaran dengan wilayah Buniwangi, Cijuray hingga Kecamatan Nyalindung. Selama lebih dari satu abad, jembatan ini menjadi jalur utama warga menuju sekolah, lahan pertanian, hingga pusat pelayanan kesehatan.

Namun seiring usia yang semakin tua, kondisi jembatan terus mengalami penurunan dan selama ini hanya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

Baca Juga : Evakuasi Kecelakaan Beruntun di Jembatan Sekarwangi Cibadak, Antrean Kendaraan Mengular Dua Arah

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan revitalisasi jembatan diselesaikan dalam waktu 40 hari oleh pihak ketiga dengan standar konstruksi yang lebih aman.

“Alhamdulillah Jembatan Gantung Prima Jantake pada hari ini kami resmikan setelah 40 hari masa pengerjaan oleh pihak ketiga. Kami berharap jembatan ini dapat berfungsi sebagai penghubung aktivitas masyarakat, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, warga yang mengangkut hasil pertanian, hingga masyarakat yang membutuhkan akses lebih cepat menuju rumah sakit dalam kondisi darurat,” ujar Sentot.

Ia menjelaskan, secara konstruksi jembatan mampu menahan beban sekitar 20 hingga 30 orang. Namun demi menjaga keamanan dan usia pakai, kapasitas pengguna dibatasi maksimal 10 orang atau dua sepeda motor yang melintas secara bergantian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa agar pengelolaan dan perawatan jembatan dilakukan dengan baik. Selain itu, Polsek dan Koramil juga akan melakukan patroli rutin untuk memastikan jembatan tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat,” katanya.

Tak hanya sebagai akses penghubung, Sentot menilai Jembatan Prima Jantake memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sukabumi.

“Ke depan, insyaallah jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung aktivitas masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi tempat wisata. Ada rencana pengembangan seperti arung jeram maupun spot swafoto. Saat ini saja sudah terlihat sekitar 500 orang berkunjung setiap hari, terutama pagi dan sore. Kami berharap hal ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Baca Juga : Hasil Pilkades PAW Desa Cibolang: Yusuf Taojiri Unggul Telak, Resmi Jadi Kades hingga 2030

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi langkah Polres Sukabumi Kota yang memilih merevitalisasi jembatan bersejarah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

“Alhamdulillah Polres Sukabumi Kota membangun atau merevitalisasi jembatan ini dan ini merupakan hal yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan terbangunnya jembatan ini akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Asep.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Gantung Prima Jantake diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Kebonpedes serta Kecamatan Nyalindung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *