Krisis Air Bersih Meluas di Sukabumi, 228 KK Terpaksa Ambil Air Kubangan Sejauh 1 Kilometer

Warga terdampak kemarau panjang mengantre distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cicantayan, Selasa (28/7/2026). (Foto : Istimewa).

METROSUKABUMI.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sukabumi mulai menimbulkan dampak serius. Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cicantayan dan Kecamatan Cikembar mengalami krisis air bersih setelah sumber mata air dan sumur warga mengering selama sekitar dua bulan terakhir.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mendistribusikan 10.000 liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum, Selasa (28/7/2026).

Pendistribusian dilakukan di Kampung Naggela RT 04 RW 10, Desa Bojong Kembar, Kecamatan Cikembar, serta Kampung Pangkalan RT 01 dan RT 02 RW 03 dan Kampung Nanggela RT 03 RW 02, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan.

Rinciannya, sebanyak 45 KK di Desa Bojong Kembar terdampak kekeringan. Sementara di Desa Hegarmanah terdapat 60 KK di RT 02 RW 03, 58 KK di RT 01 RW 03, dan 65 KK di RT 03 RW 02 yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain permukiman warga, dua masjid jami dan lima musala juga terdampak.

Kondisi tersebut memaksa warga berjalan hingga sekitar 1 kilometer untuk mengambil air dari kubangan yang mulai mengering. Air itu hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan buang air karena kondisinya keruh dan tidak layak dikonsumsi. Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli air isi ulang dari daerah lain.

“Untuk minum dan memasak tidak mungkin pakai air kobak karena sangat keruh. Tapi untuk cuci dan mandi, mau tidak mau warga memanfaatkan air seadanya yang tersisa di kubangan,” ungkap Irsan, salah satu Satgas Pramuka Peduli 0902 Kwarcab Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Irsan, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan seiring kemarau berkepanjangan yang menyebabkan sumber mata air dan sumur warga mengering. Ia berharap pendistribusian air bersih dapat terus dilakukan hingga musim kemarau berakhir agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Selain mengganggu kebutuhan rumah tangga, kemarau panjang juga berdampak pada sektor pertanian. Hektaran sawah di sekitar permukiman mengalami kekeringan dan dipastikan terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Pendistribusian air bersih melibatkan BPBD Kabupaten Sukabumi, Satgas Pramuka Peduli 0902 Kwarcab Sukabumi, Satpol PP Kecamatan Cicantayan, para kepala dusun, ketua RT/RW, serta warga setempat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai pada pukul 15.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Selain memicu krisis air bersih, kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit seperti ISPA, diare, penyakit kulit, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *