Hujan Deras Picu Longsor di Parakansalak, Satu Rumah Terancam

SUKABUMI – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana tanah longsor. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sukarami, RT 004/005, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Minggu (4/1) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.

Akibat longsor itu, satu unit rumah milik Sulaiman (52) dilaporkan berada dalam kondisi terancam. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Parakansalak sejak malam hari. Kondisi tanah yang labil membuat pergerakan tanah tidak terhindarkan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi kejadian. Fokus utama saat ini memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi potensi longsor susulan,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Eki Radiana Rizki menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan secara intensif melalui berbagai kanal. Mulai dari laporan WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi, pemantauan media sosial, hingga komunikasi radio Ratel I pada frekuensi 164.365 link Perbawati.

Selain itu, titik-titik rawan bencana juga dipantau melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.
Berdasarkan laporan terkini, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau berawan dengan suhu udara 27 derajat Celsius, kelembapan 72 persen, serta angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 2 kilometer per jam. Meski demikian, potensi hujan masih bisa terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada pihak terkait,” tegas Eki.

BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tetap siaga 24 jam dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi guna menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *