METROSUKABUMI.com – Kabupaten Sukabumi menghadapi puluhan kejadian bencana sepanjang September 2026. Berdasarkan laporan update kejadian bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 92 kejadian bencana selama periode 1 hingga 30 September 2026.
Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian paling dominan, yakni sebanyak 76 kejadian. Selain itu, BPBD mencatat 12 kejadian cuaca ekstrem, dua kejadian kekeringan, satu gempa bumi, serta satu tanah longsor.
Kondisi tersebut menunjukkan ancaman bencana di Kabupaten Sukabumi masih cukup tinggi, terutama pada saat sebagian wilayah masih menghadapi kondisi lahan kering dan memasuki perubahan musim.
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa seluruh kejadian yang masuk dalam laporan terus dilakukan pemantauan dan penanganan bersama petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama kebakaran lahan dan cuaca ekstrem. Apabila terjadi kejadian bencana, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Daeng Sutisna.
Dalam laporan BPBD, sejumlah kejadian karhutla dipicu oleh kondisi lahan kering, angin, maupun dugaan aktivitas manusia. Bahkan, pada beberapa lokasi, api sempat mendekati permukiman warga sehingga membutuhkan penanganan cepat tim gabungan.
Selain karhutla, cuaca ekstrem juga mulai memberikan dampak terhadap masyarakat. Pohon tumbang, rumah tertimpa pohon, atap rumah rusak hingga kendaraan terdampak menjadi sejumlah kejadian yang tercatat BPBD.
Salah satu kejadian pada penghujung September terjadi di Kecamatan Cicurug. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa kendaraan di kawasan SMAN 1 Cicurug.
Di Kecamatan Ciambar, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Laporan BPBD mencatat sebanyak 13 kepala keluarga atau 43 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, persoalan kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kecamatan Cidadap, ketika krisis air bersih menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD mencatat kebutuhan pasokan air bersih menjadi salah satu penanganan yang diperlukan.
Secara keseluruhan, dari 92 kejadian yang tercatat sepanjang September, laporan BPBD mencatat 491 KK dan 246 jiwa terdampak. Selain itu, terdapat warga yang harus mengungsi serta korban jiwa dalam salah satu kejadian yang tercatat.
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama P2BK, Damkar, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta masyarakat terus melakukan asesmen, evakuasi, pemadaman, hingga penanganan pascabencana.
Memasuki Oktober, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, perubahan kondisi cuaca dapat memicu berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran lahan hingga cuaca ekstrem.













Respon (2)