METROSUKABUMI.com – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah tinggal milik Herman (39), warga Kampung Pendeuy RT 003/RW 09, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) malam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Beruntung, rumah dalam kondisi kosong saat kejadian karena Herman sedang bekerja.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya memadamkan api secara swadaya. Warga juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Adanya kebakaran, warga sekitar segera berupaya memadamkan api secara swadaya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” kata Mawaldi, Kamis (1/10/2026).
Petugas Damkar Posko V Cibadak kemudian menuju lokasi. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala lantaran mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api.
Akses menuju rumah korban diketahui cukup sempit dan berada di kawasan padat penduduk. Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari cara lain untuk membawa peralatan pemadaman ke lokasi.
“Mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran karena akses menuju lokasi yang sempit, kawasan padat penduduk di Kampung Pendeuy ini jalan yang sempit, masuk dalam lagi TKP-nya,” ujar Mawaldi.
Petugas akhirnya menggunakan sepeda motor untuk membawa mesin alkon menuju titik kebakaran. Pemadaman dilakukan bersama warga sekitar.
“Menerjunkan satu unit dan menggunakan motor takis membawa alkon dibantu warga,” katanya.
Setelah berjibaku selama sekitar satu setengah jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.20 WIB, Kamis (1/10/2026).
Akibat kejadian tersebut, rumah Herman mengalami rusak berat. Bangunan yang terbakar sebelumnya merupakan rumah semi permanen.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terdampak dan harus mengungsi ke rumah saudaranya.
Dokumen hingga Uang Tunai Ikut Terbakar
Kebakaran juga menghanguskan sejumlah barang berharga dan dokumen penting milik korban.
Di antaranya kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah, serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Perhiasan dan uang tunai sekitar Rp5 juta juga dilaporkan ikut terbakar.
Mawaldi mengatakan kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik. Namun, penyebab tersebut masih berdasarkan dugaan dan kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Pasca kejadian, P2BK Cibadak bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP dan warga melakukan asesmen di lokasi.
Sejumlah unsur juga terlibat dalam penanganan, mulai dari P2BK Cibadak, anggota Polsek Cibadak, Damkar Posko V Cibadak, Tagana, pemerintah desa, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala dusun hingga warga sekitar.
Mawaldi menyebut korban saat ini membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pascakebakaran.
“Pasca kejadian, korban membutuhkan bantuan berupa terpal, bahan material, pangan, dan sandang,” pungkasnya.












