THR Terancam Tak Penuh, 2.800 Buruh PT Muara Tunggal Kepung Pabrik Sehari Jelang Ramadan

Sukabumi – Sehari menjelang Ramadan 1447 H, sekitar 2.800 buruh PT Muara Tunggal (MT) mengepung pabrik di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 126, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/2). Mereka menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) satu bulan upah penuh sesuai ketentuan. Jika tidak dipenuhi, buruh mengancam melanjutkan aksi hingga menempuh jalur hukum.

Aksi tersebut dipicu kegagalan tiga kali mediasi antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan. Hingga perundingan terakhir, belum ada kepastian bahwa THR akan dibayarkan penuh kepada pekerja yang telah memenuhi masa kerja.

“Kami hanya menuntut hak normatif yang sudah bekerja satu tahun wajib menerima satu bulan upah penuh. Itu aturan. Jangan sampai dipotong,” tegas Deden, salah satu operator perusahaan, di sela aksi.

Ketua DPC SPN Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, menyatakan alasan manajemen soal kondisi keuangan dan order yang tidak stabil tidak bisa menghapus kewajiban pembayaran THR.

“Perusahaan berdalih sedang sulit. Tapi kewajiban THR itu jelas. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan bersuara ke pemerintah daerah bahkan ke gubernur,” ujarnya.

Dalam mediasi terakhir, perwakilan Dinas Tenaga Kerja turut hadir. Namun, buruh menilai belum ada solusi konkret yang mengikat. Serikat pekerja pun menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari mediasi resmi hingga kemungkinan membawa perkara ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Data serikat menyebut jumlah karyawan mencapai sekitar 2.800 orang. Jika seluruh THR dibayarkan satu bulan upah penuh, anggaran yang harus dikeluarkan perusahaan diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Mayoritas pekerja disebut berstatus kontrak dengan masa kerja rata-rata tiga bulan. Kondisi itu membuat buruh merasa semakin rentan menjelang hari raya.
Dengan spanduk bertuliskan “Jangan Rampas Hak-Hak Kami sebagai Buruh” dan “Dipaksa Sehat di Perusahaan yang Sakit”, massa bergantian berorasi di depan gerbang pabrik.

“Jangan sampai kami masuk bulan puasa dengan hati resah karena hak kami belum dibayar,” ujar salah satu peserta aksi.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Muara Tunggal belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan pembayaran THR tersebut.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *