Toyota Rush Terbakar di Cikidang Sukabumi, Diduga Korsleting Listrik

Toyota Rush bernomor polisi F 1184 GS terbakar di Jalan Raya Cikidang-Palabuhanratu, Kampung Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (18/10/2026) sore
Toyota Rush bernomor polisi F 1184 GS terbakar di Jalan Raya Cikidang-Palabuhanratu, Kampung Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (18/10/2026) sore. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Satu unit Toyota Rush bernomor polisi F 1184 GS terbakar di Jalan Raya Cikidang-Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Sampora, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (18/10/2026) sore. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Seluruh penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 17.51 WIB.

“Laporan kami terima pukul 17.51 WIB,” kata Erwin.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran dari Posko Palabuhanratu langsung menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 18.16 WIB untuk melakukan pemadaman dan pendinginan kendaraan.

Baca Juga : Terduga Pelaku Pembunuhan IRT di Ciemas Sukabumi Ditangkap, Polisi Dalami Motif

Menurut Erwin, penanganan di lokasi berlangsung sekitar 20 menit. Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, kebakaran diduga dipicu gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.

“Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting pada bagian kelistrikan,” ujarnya.

Mobil Sempat Mengeluarkan Asap dan Percikan Api

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika Toyota Rush tersebut melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu.

Sebelum terbakar, kendaraan disebut sempat berhenti untuk beristirahat di dekat sebuah warung. Setelah kembali melaju sekitar 500 meter, terdengar suara tidak biasa dari bagian depan mobil.

“Awalnya mobil sempat istirahat dekat warung. Setelah berjalan sekitar 500 meter, terdengar suara ‘grug-grug’ dan bunyi seperti benda beradu atau berkeretak. Tidak lama kemudian, mobil mengalami kebakaran,” ungkap seorang saksi berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi.

Kendaraan tersebut dilaporkan sempat mengeluarkan asap dan percikan api sebelum kobaran api membesar.

Sejumlah warga dan pengguna jalan berupaya membantu memadamkan api. Mereka mencari alat pemadam api ringan (APAR) dari kendaraan yang melintas, tetapi upaya tersebut terkendala karena tidak menemukan alat yang dapat digunakan.

Baca Juga : Pengerukan Tanah Merah Nagrak Disebut Bukan Komersial, Perizinan Tetap Disorot

Lokasi kejadian yang jauh dari permukiman juga menyulitkan warga memperoleh air untuk membantu memadamkan api.

Aditia, seorang pengendara sepeda motor yang melintas, mengaku terkejut ketika melihat kendaraan tersebut terbakar. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang ke Cibadak setelah berlibur di kawasan pantai Palabuhanratu.

“Saya sedang dalam perjalanan pulang ke Cibadak setelah liburan dari pantai Palabuhanratu. Saat melintas, melihat ada musibah kebakaran mobil dan sempat kaget,” tuturnya.

Penyebab Pasti Masih Perlu Dipastikan

Selain dugaan korsleting listrik yang disampaikan petugas pemadam kebakaran, muncul dugaan lain dari keterangan saksi mengenai kemungkinan mesin mengalami panas berlebih atau overheat dan kebocoran radiator.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor pemicu yang sebenarnya.

Hingga berita ini disusun, konfirmasi kepada Polres Sukabumi, khususnya Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas, masih diupayakan untuk memperoleh keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut dan penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *