METROSUKABUMI.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menyoroti sejumlah persoalan pelayanan di RSUD Palabuhanratu. Sorotan tersebut mencuat setelah mahasiswa melakukan advokasi dan peninjauan langsung ke lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut.
Dalam hasil peninjauan, BEM Nusantara Sukabumi Raya menemukan berbagai persoalan yang dinilai cukup serius, terutama terkait kebersihan lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan.
Koordinator Wilayah BEM Nusantara Sukabumi Raya, Rahmadi L Making mengatakan, kondisi kebersihan di beberapa titik rumah sakit dinilai masih jauh dari harapan.
“Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang wajib menjaga standar kebersihan dan kenyamanan bagi pasien. Namun kami menemukan sejumlah titik yang terlihat kurang terawat dan kurang bersih,” ujarnya.
Menurutnya, kebersihan lingkungan rumah sakit menjadi faktor penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien sekaligus mencegah munculnya penyakit baru akibat lingkungan yang tidak higienis.
Tak hanya itu, pihaknya juga menerima dan mendokumentasikan rekaman video yang menunjukkan adanya ulat pada makanan berupa sayur sop yang disajikan kepada pasien.
Temuan tersebut dinilai sangat memprihatinkan mengingat makanan pasien semestinya memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan yang ketat.
Selain persoalan makanan, mahasiswa juga mengaku menemukan keberadaan kecoak di area rumah sakit. Keberadaan hama tersebut disebut menjadi indikator lemahnya pengelolaan kebersihan lingkungan.
“Kehadiran ulat pada makanan pasien dan ditemukannya kecoak di lingkungan rumah sakit merupakan alarm serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak manajemen rumah sakit,” tegas Rahmadi.
Tak berhenti pada persoalan kebersihan, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga menyoroti tata kelola parkir RSUD Palabuhanratu yang dinilai masih carut-marut.
Berdasarkan temuan di lapangan, pengelolaan parkir disebut belum berjalan tertib. Bahkan, tarif parkir yang dikenakan kepada masyarakat dinilai belum memiliki kepastian dan transparansi yang jelas.
Mahasiswa menilai persoalan kebersihan maupun tata kelola parkir merupakan tanggung jawab manajemen rumah sakit yang dipimpin Direktur RSUD Palabuhanratu.
BEM Nusantara Sukabumi Raya mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kebersihan, kualitas makanan pasien, pengendalian hama, hingga tata kelola parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Jika persoalan ini dibiarkan tanpa ada perbaikan, maka kami menegaskan Direktur RSUD Palabuhanratu sebaiknya mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral,” katanya.
Selain itu, BEM Nusantara Sukabumi Raya meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bupati Sukabumi Asep Japar serta DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi IV untuk turun tangan melakukan audit dan pengawasan terhadap kualitas pelayanan di RSUD Palabuhanratu.
“Kami tidak ingin rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kesembuhan justru menghadirkan persoalan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan pasien. Perbaikan harus segera dilakukan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Palabuhanratu belum memberikan keterangan resmi terkait temuan yang disampaikan BEM Nusantara Sukabumi Raya.












