Hujan Deras Terjang Sukabumi, 15 Bencana Terjadi Serentak: Longsor, Banjir hingga Rumah Rusak

Cuaca ekstrem memicu belasan kejadian bencana yang tersebar di berbagai kecamatan diantaranya banjir dan longsor. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di Kabupaten Sukabumi. Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah sejak siang hingga malam hari memicu belasan kejadian bencana yang terjadi secara bersamaan di sejumlah kecamatan.

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat berbagai peristiwa hidrometeorologi, mulai dari tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga akibat cuaca ekstrem. Fenomena tersebut memperlihatkan tingginya kerentanan wilayah Sukabumi terhadap ancaman bencana saat intensitas hujan meningkat.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan seluruh petugas penanggulangan bencana di tingkat kecamatan langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak.

“Petugas kami terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Daeng Sutisna.

Berdasarkan laporan sementara, beberapa kejadian menyebabkan akses jalan lingkungan terganggu akibat material longsor dan pohon tumbang. Di sejumlah titik lainnya, rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat akibat terpaan angin kencang yang menyertai hujan deras. Selain itu, genangan dan luapan air juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Meski demikian, hingga laporan terakhir belum terdapat laporan korban jiwa. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, aparat kecamatan, relawan kebencanaan serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pembersihan material dan membantu warga terdampak.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai maupun kawasan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila muncul tanda-tanda bencana seperti retakan tanah, debit sungai meningkat drastis atau pohon mulai miring, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat setempat dan mengamankan diri ke lokasi yang lebih aman.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah secara cepat, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *