Kebakaran Lahan Perhutani Sukabumi, 18 Hektare Terbakar dan 65 Personel Berjibaku 14 Jam

Sekitar 18 hektare lahan bekas tebangan kawasan Perum Perhutani, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi terbakar. (Foto Ikbal BK/metrosukabumi.com).

METROSUKABUMI.com – Kebakaran melanda kawasan Perum Perhutani di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Api membakar sekitar 18 hektare lahan bekas tebangan yang didominasi vegetasi alang-alang. Petugas bersama masyarakat berjibaku melakukan pemadaman selama sekitar 14 jam 30 menit.

Kebakaran terjadi di Blok A Petak 14 wilayah kerja Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Nangka Tepus, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH). Lokasi kebakaran merupakan area bekas penebangan pohon yang berada cukup jauh dari permukiman warga.

Baca Juga : Lahan Bekas Pabrik di Cibadak Sukabumi Kebakaran Kedua Kalinya, Api Muncul di Dua Titik

Upaya pemadaman melibatkan sekitar 65 personel. Mereka terdiri atas unsur Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh masyarakat Kampung Cikurutuk, Koramil dan Polsek Jampangtengah, P2BK Jampangtengah, Tanggap Bencana Desa Bojongjengkol, serta petugas Perhutani.

Petugas melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kobaran api. Di antaranya membuat ilaran atau sekat bakar, melakukan pemadaman langsung di titik-titik api, serta berkoordinasi dengan berbagai unsur di lapangan.

P2BK Jampangtengah Idad Supardi mengatakan, kondisi api telah mereda. Namun, sejumlah titik masih terlihat mengeluarkan asap akibat sisa kayu yang terbakar.

“Tadi informasi dari Perhutani dan Tagana, api sudah mereda. Kemungkinan merambat ke area lain itu sepertinya kecil. Tapi api di bagian tengah masih menyala membakar sisa-sisa kayu yang besar,” kata Idad kepada awak media, Selasa (11/8).

Menurut dia, petugas sudah tidak melakukan pemadaman aktif. Meski demikian, personel Perhutani masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kalau pemadaman sudah tidak ada. Tapi petugas dari Perhutani masih standby di lokasi. Kami masih memantau dan koordinasi dengan mereka,” ujarnya.

Baca Juga : Kontrakan di Cimahi Sukabumi Diduga Jadi Gudang Miras, Lebih dari 4.000 Botol Diamankan, Sopir Sempat Kabur

Sementara itu, Polisi Hutan (Polhut) Kosasih memastikan kondisi api sudah padam. Pemantauan tetap dilakukan mengingat masih terdapat potensi munculnya kembali api dari sisa-sisa material yang terbakar.

“Api sudah padam dan tidak ada aktivitas pemadaman. Lokasinya jauh dari perkampungan. Kami tetap terus memantau untuk antisipasi,” pungkasnya.

Hingga Selasa (11/8), petugas Perhutani bersama unsur relawan dan masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar kondusif serta mencegah kebakaran kembali meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *