METROSUKABUMI.com – Kematian seorang perempuan berinisial R (53) warga Bogor di salah satu kamar Hotel Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, semakin terkuak. Hasil autopsi Tim Forensik RSUD R Syamsudin SH mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan tumpul pada leher korban yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
Dokter Forensik dr. Nurul Aida Fathiya menjelaskan, jenazah korban tiba di rumah sakit pada Senin (22/6/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Pada pemeriksaan awal pukul 17.00 WIB, sudah ditemukan tanda pasti kematian seperti kaku mayat dan lebam mayat.
“Dari pemeriksaan luar hanya ditemukan beberapa luka lecet di wajah. Tidak ada yang terlalu mencurigakan saat itu. Namun penyidik meminta autopsi karena ada kecurigaan penyebab kematian bukan karena sakit biasa,” ujarnya.
Autopsi dilakukan Selasa (23/6/2026) pagi pukul 08.00 WIB. Dari pemeriksaan mendalam, tim forensik menemukan banyak resapan darah di daerah leher serta patah tulang rawan gondok (thyroid cartilage).
“Kami menemukan indikasi kekerasan tumpul pada daerah leher. Ada patah tulang rawan yang menjadi bukti adanya tekanan atau pukulan tumpul di leher. Bagian tubuh lain tidak ditemukan luka signifikan,” jelasnya.
Dokter forensik memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan awal di rumah sakit. Estimasi ini didasarkan pada kondisi kaku mayat dan livor mortis (lebam mayat).
Meski belum bisa memastikan apakah korban dicekik atau mendapat tekanan kuat di leher, dr. Aida menegaskan bahwa kekerasan tumpul di area leher sangat mematikan.
“Kekerasan tumpul di leher, baik dengan tangan maupun benda, sudah pasti bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.
Kini temuan autopsi menjadi petunjuk krusial bagi Polsek Cikole dan Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta pihak-pihak yang terlibat. Polisi terus mendalami apakah peristiwa ini murni kematian alami atau ada unsur tindak pidana pembunuhan.












