Desa, Ekbis  

OPADI Digelar di Karangtengah, Warga Tebus Sembako Setengah Harga

SUKABUMI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI). Kali ini, kegiatan menyasar Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Rabu (17/12).

Program ini menjadi upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilitas Harga Bapokting Disdagin Kabupaten Sukabumi, Usep Setiawan, menjelaskan OPADI merupakan program berkelanjutan dari Pemprov Jabar yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah. Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai salah satu lokasi berdasarkan rekomendasi provinsi.

“Program ini namanya OPADI, Operasi Pasar Bersubsidi. Dari provinsi mendistribusikan sembako. Di Karangtengah ada empat item, yaitu beras, minyak goreng, terigu, dan gula,” kata Usep.

Di Desa Karangtengah, total paket yang disalurkan mencapai sekitar 6.700 paket. Pelaksanaannya melibatkan koordinasi antara Pemprov Jabar, Disdagin Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, serta Perum Bulog Cianjur sebagai penyedia barang sesuai rekomendasi provinsi.

Setiap paket dijual seharga Rp40 ribu. Padahal, jika dibeli di harga pasar, nilainya bisa mencapai hampir dua kali lipat. “Karena disubsidi, masyarakat mendapat potongan sekitar 50 persen,” ujarnya.

Usep menegaskan, OPADI diperuntukkan bagi masyarakat umum, namun diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Penentuan sasaran dilakukan oleh pemerintah desa karena dinilai paling memahami kondisi sosial warganya.

Mekanisme pembelian dibatasi satu paket untuk satu KTP dan diupayakan satu Kartu Keluarga. Seluruh data penerima langsung diinput dan dilaporkan ke pemerintah provinsi.

Pelaksanaan OPADI di Karangtengah menjadi yang kedua di Kabupaten Sukabumi tahun ini, setelah sebelumnya digelar di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat. Biasanya, OPADI dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Idul Fitri, atau pada momentum tertentu sesuai kebijakan provinsi.

“Soal lokasi berikutnya, kami hanya mengusulkan. Keputusan tetap di provinsi karena mereka punya aturan dan program sendiri. Harapannya ke depan bisa lebih merata, apalagi Sukabumi juga sering terdampak bencana,” tambah Usep.

Dari sisi pelaksanaan, Usep menyebut kegiatan berjalan kondusif. Distribusi barang aman, tidak terjadi penumpukan warga, dan pelayanan berlangsung tertib berkat pengaturan dari pemerintah desa.

 

Sementara itu, Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten sehingga OPADI bisa digelar di wilayahnya. Antusiasme warga, kata dia, cukup tinggi. Bahkan, sebagian warga sudah datang sebelum penjualan dibuka.

 

“Dengan harga Rp40 ribu, masyarakat bisa mendapatkan empat komoditas sekaligus. Ini sangat membantu, terutama bagi warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Dalam satu paket, warga memperoleh beras premium 3 kilogram, minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kilogram, dan gula pasir 1 kilogram. Menurut Agung, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga bahan pokok.

Meski tidak ada kriteria khusus penerima, pemerintah desa mengarahkan distribusi kupon agar diprioritaskan kepada warga kurang mampu melalui kepala dusun sebagai perpanjangan tangan desa.

Untuk menghindari penumpukan, pemerintah desa menerapkan sistem zonasi wilayah dan waktu. Dari total kuota 6.763 paket, penyaluran ditargetkan sekitar 1.500 hingga 2.000 paket per hari selama beberapa hari pelaksanaan.

Agung menambahkan, meski harga bahan pokok di pasaran relatif stabil, potensi gangguan distribusi akibat bencana tetap menjadi perhatian. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan barang dan lonjakan harga.

“Kami berharap OPADI bisa dilaksanakan rutin dan merata di kecamatan lain agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan memanfaatkan program pemerintah dengan baik. “Kuotanya memang terbatas, tapi ini bentuk perhatian pemerintah yang patut kita syukuri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *