METROSUKABUMI.com – Misteri hilangnya Shely Visesa (18), gadis asal Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terjawab. Setelah empat hari menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, Shely ditemukan dalam keadaan selamat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi keluarga yang sejak akhir Juli terus mencari keberadaan perempuan yang sebelumnya pamit membeli kuota internet sebelum berangkat bekerja.
Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono membenarkan bahwa Shely berhasil ditemukan pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah hukum Polsek Mranggen, Polres Demak.
“Keberadaan Shely Visesa diketemukan di daerah Demak, Jawa Tengah. Saat diamankan di Polsek Mranggen, posisinya dalam kondisi kurang sehat dan sedikit linglung,” ujar Joko, Senin (3/8/2026).
Kasus hilangnya Shely sebelumnya dilaporkan oleh kakak kandungnya, Eris Karismawan, ke Polsek Cibadak pada Rabu (29/7/2026). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPLKO/07/VII/2026/SPKT/SEK.CIBADAK.
Peristiwa itu bermula saat Shely hendak berangkat bekerja di kawasan Cibadak bersama kakak ipar dan keponakannya. Di sebuah pangkalan ojek tak jauh dari rumah, ia berpamitan membeli kuota internet. Namun sejak saat itu keberadaannya tak diketahui dan telepon genggamnya tidak lagi dapat dihubungi.
Hilangnya Shely kemudian menjadi perhatian luas. Foto orang hilang menyebar di berbagai platform media sosial. Bahkan sempat beredar rekaman suara yang memunculkan beragam spekulasi warganet mengenai penyebab hilangnya korban. Hingga akhirnya kepolisian memastikan Shely ditemukan dalam keadaan selamat.
Setelah menerima informasi keberadaan korban, Polsek Cibadak segera berkoordinasi dengan Polsek Mranggen dan keluarga untuk proses pemulangan.
Pada Senin (3/8/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, tiga anggota keluarga bersama personel Polsek Cibadak, Aipda Emin Tukimin, berangkat menuju Demak untuk menjemput Shely.
Tak hanya mendampingi proses penjemputan, Polsek Cibadak juga menyediakan satu unit kendaraan minibus sekaligus menanggung seluruh biaya operasional perjalanan hingga Shely kembali ke rumahnya di Cibadak.
“Kami siapkan satu unit minibus dan menanggung semua biaya operasional selama perjalanan sampai kepulangannya kembali ke Cibadak,” pungkas Joko.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih berfokus pada proses pemulangan korban dan memastikan kondisi kesehatannya sebelum dilakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa yang dialaminya.












