SUKABUMI – Euforia Hari Raya Idulfitri biasanya diikuti dengan satu persoalan klasik di banyak rumah tangga: makanan bersantan yang menumpuk, terutama opor ayam. Tak sedikit keluarga yang akhirnya membuang sisa opor karena takut basi atau bosan menyantap menu yang sama berhari-hari.
Padahal, dengan sedikit kreativitas, opor sisa Lebaran masih bisa diolah menjadi beragam hidangan baru yang tak kalah lezat. Bahkan, beberapa olahan justru dianggap lebih menggugah selera dibanding opor dalam bentuk aslinya.
Salah satu cara paling populer adalah menggoreng ulang ayam opor hingga kering. Daging yang sudah kaya bumbu santan dan rempah akan menghasilkan cita rasa gurih yang lebih kuat setelah digoreng.
Selain itu, kuah opor juga bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dasar nasi goreng. Tinggal ditambahkan ke dalam nasi yang sedang ditumis, kuah santan dan rempah tersebut mampu menciptakan rasa nasi goreng yang lebih kaya dan berbeda dari biasanya.
“Kalau opor masih banyak, biasanya saya jadikan nasi goreng atau ayam suwir pedas. Anak-anak malah lebih suka yang begitu,” kata Siti (36), ibu rumah tangga di Kecamatan Cibadak, Minggu (22/3).
Baca Juga : Hari Pertama Lebaran, Warga Parakansalak Dikejutkan Penemuan Pria Tewas Tanpa Busana di Dalam Rumah
Tak hanya itu, ayam opor yang disuwir juga bisa dijadikan isian berbagai camilan seperti pastel, risoles, atau lumpia. Cara ini kerap dipilih agar makanan bersantan yang semula terasa berat bisa berubah menjadi kudapan ringan yang lebih tahan lama.
Meski begitu, pengolahan ulang opor tetap harus memperhatikan faktor keamanan pangan. Makanan bersantan dikenal mudah basi jika tidak disimpan dengan benar, terutama di suhu ruang dalam waktu lama.
Masyarakat disarankan menyimpan sisa opor di dalam lemari pendingin dan memanaskannya hingga benar-benar mendidih sebelum diolah atau dikonsumsi kembali. Jika aroma dan rasa sudah berubah, sebaiknya makanan tidak lagi digunakan.
Fenomena sisa makanan setelah Lebaran sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun, jumlah makanan yang terbuang meningkat karena produksi hidangan berlebih saat hari raya. Dengan mengolah kembali sisa opor, keluarga tidak hanya berhemat, tetapi juga ikut mengurangi pemborosan makanan.












