Wakil Wali Kota Sukabumi Instruksikan Camat dan Lurah Bereskan Sampah, Tarif Bakal Naik 50%

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat memimpin rapat penanganan sampah bersama camat, lurah, dan instansi terkait di Balai Kota Sukabumi, Selasa (12/5). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com– Persoalan sampah di Kota Sukabumi tak lagi bisa ditangani setengah hati. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, langsung menginstruksikan camat, lurah, hingga instansi terkait untuk mengoptimalkan penanganan sampah di wilayah masing-masing.

Instruksi itu disampaikan dalam rapat bersama para camat, lurah, dan Dinas Lingkungan Hidup di Balai Kota Sukabumi, Selasa (12/5).

Bobby menegaskan, sampah bukan sekadar urusan petugas kebersihan. Lebih dari itu, persoalan ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Penanganan sampah harus serius, terukur, dan berkelanjutan. Camat dan lurah harus turun langsung memastikan wilayahnya bersih,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta aparatur wilayah aktif melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mulai membiasakan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Langkah tegas juga diarahkan kepada pelaku usaha. Bobby meminta Satpol PP dan Damkar menerbitkan surat edaran agar pelaku usaha di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani dan Bhayangkara ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Mereka diminta menyediakan tempat sampah, mengelola sampah secara mandiri, serta mematuhi jadwal pembuangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengawasan pun akan diperketat. Pelanggar tak segan akan ditegur sebagai bagian dari pembinaan.

Dalam upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Sukabumi juga merencanakan kenaikan tarif retribusi sampah hingga 50 persen.

Selain itu, tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di kawasan jalan utama akan ditutup dan dialihkan ke lokasi lain.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah di titik-titik strategis yang selama ini menjadi sorotan publik.

Bobby menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menuntaskan persoalan sampah. Mulai dari camat, lurah, Satpol PP, pelaku usaha, hingga masyarakat harus bergerak bersama.

Menurutnya, kebersihan kota bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan aktivitas ekonomi warga.

“Mari disiplin buang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah dari rumah,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *