Macet Panjang, Kepedulian Tak Surut: Kisah Polisi Sukabumi Bantu Pemudik dan Wisatawan

Panit Lantas Polsek Cibadak, Ipda Yoga Permana saat memberikan air minum kepada pengendara. Foto : Istimewa

SUKABUMI — Libur Lebaran selalu membawa dua hal yang tak terpisahkan di Sukabumi, lonjakan wisatawan dan kemacetan panjang di sejumlah titik. Dari jalur menuju Palabuhanratu, Cikidang, hingga kawasan Cibadak, antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga malam. Namun, di balik hiruk pikuk klakson dan wajah-wajah lelah pengendara, terselip cerita-cerita kecil yang justru menghadirkan sisi humanis aparat di lapangan.

Di tengah kepadatan arus wisata dan arus balik mudik, personel Polres Sukabumi tak hanya berdiri mengatur lalu lintas. Mereka juga menjadi penolong, penyemangat, bahkan penghibur bagi para pengguna jalan yang terjebak berjam-jam di kemacetan.

Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi saat sebuah mobil keluarga mogok di tengah antrean panjang. Tanpa ragu, sejumlah petugas turun tangan mendorong kendaraan itu ke bahu jalan agar tidak menghambat arus kendaraan lain. Keringat bercucuran, namun mereka tetap tersenyum sambil memastikan penumpang di dalam mobil tetap aman.

Tak hanya itu, di titik kemacetan lain, seorang petugas terlihat mendekati sebuah mobil yang di dalamnya terdapat bayi yang terus menangis. Sang ibu tampak panik karena anaknya rewel dan demam setelah terjebak macet cukup lama. Petugas tersebut membantu mencarikan jalan agar kendaraan bisa sedikit bergeser ke lokasi yang lebih teduh, sekaligus menenangkan sang ibu.

“Kami berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat. Kalau ada kendaraan mogok, anak kecil sakit, atau pengendara kelelahan, itu juga menjadi perhatian kami di lapangan,” ujar Ipda Yoga Permana petugas di lokasi pengamanan arus Lebaran kepada metrosukabumi.com, Rabu (25/3).

Baca Juga : Semalam Macet Parah, Siang Ini Jalur Cikidang Masih Tersendat, Wisatawan ke Palabuhanratu Membludak

Cerita lain datang dari pengendara motor yang kehabisan bensin di tengah kemacetan. Alih-alih membiarkannya mendorong motor sendirian di antara padatnya kendaraan, seorang anggota polisi justru membantu membelikan bensin dari warung terdekat. Tindakan sederhana itu membuat pengendara tersebut bisa kembali melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Di beberapa titik, petugas juga terlihat membagikan air minum kepada pengendara, terutama mereka yang membawa anak-anak dan lansia. Botol-botol air itu menjadi penawar dahaga sekaligus simbol kepedulian di tengah cuaca panas dan kemacetan yang menguras kesabaran.

Situasi di lapangan memang tidak mudah. Petugas harus berjibaku mengurai kepadatan, mengatur rekayasa lalu lintas, sekaligus menghadapi tekanan dari pengguna jalan yang mulai kehilangan kesabaran. Namun, mereka tetap berusaha menjaga sikap ramah dan komunikatif.

Bagi banyak pengendara, aksi-aksi kecil tersebut meninggalkan kesan mendalam. Kemacetan mungkin tak bisa dihindari sepenuhnya saat libur panjang, tetapi perhatian dan kepedulian di jalan membuat perjalanan terasa sedikit lebih ringan.

Lebaran tahun ini di Sukabumi bukan hanya tentang padatnya arus wisata dan panjangnya antrean kendaraan. Ia juga menyisakan potret kebersamaan—ketika aparat dan masyarakat saling membantu di tengah situasi yang melelahkan. Di antara deru mesin dan laju kendaraan yang tersendat, nilai kemanusiaan justru terasa paling jelas terlihat.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *