SUKABUMI – Bencana datang tanpa kompromi. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/4) sore, memicu longsor besar di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari. Dampaknya langsung terasa: akses jalan kabupaten penghubung dua desa dan dua kecamatan lumpuh total.
Longsoran tanah sepanjang 70 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter menutup badan jalan yang menghubungkan Desa Neglasari (Purabaya) dan Desa Nangerang (Jampangtengah). Jalur vital warga itu kini berubah jadi timbunan tanah dan material berat.
Baca juga: Hujan Menggila di Parakansalak, Jalan Longsor hingga Mushola Tersambar Petir
Situasi makin genting. Dua rumah warga berada tepat di zona rawan. Rumah milik Abdul Rojak dan Angga yang dihuni total enam jiwa kini berada di bawah bayang-bayang longsor susulan.
“Curah hujan tinggi dengan durasi lama jadi pemicu utama. Struktur tanah tidak kuat menahan beban air,” ujar Yanto Prayitno P2BK Kecamatan Purabaya.

Beruntung, hingga saat ini belum ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun, aktivitas masyarakat praktis terganggu. Akses terputus membuat mobilitas warga tersendat total.
Tim gabungan langsung bergerak cepat. Unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Satpol PP hingga TRC BPBD Kabupaten Sukabumi turun ke lokasi melakukan assessment dan penanganan darurat. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan.
Meski begitu, ancaman belum berakhir. Cuaca yang masih mendung membuka potensi longsor susulan kapan saja. Warga diminta tetap siaga dan menjauhi titik rawan.
Baca juga: Jembatan Melintir di Cibadak Dipolisline, Brimob Turun Tangan: Akses Ditutup Total
Di lapangan, kebutuhan mendesak mulai terlihat. Alat berat jadi kunci untuk membuka akses yang tertutup total. Selain itu, alkon dan chainsaw dibutuhkan untuk mempercepat penanganan material longsor.
Kerugian masih dihitung. Tapi satu hal pasti: akses terputus, warga terancam, dan waktu jadi penentu seberapa cepat keadaan bisa dipulihkan.












