Hujan Menggila di Parakansalak, Jalan Longsor hingga Mushola Tersambar Petir

Tebing setinggi enam meter dengan panjang 16 meter longsor dan menggerus jalan setapak.

Kondisi jalan setapak yang tergerus akibat hujan lebat. Foto: Istimewa.

SUKABUMI – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/4), memicu serangkaian bencana di sejumlah desa.

Hujan deras disertai angin kencang sejak dini hari hingga sore hari menyebabkan longsor, kerusakan rumah warga, hingga insiden sambaran petir.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Desa Sukakersa. Tebing setinggi enam meter dengan panjang 16 meter longsor dan menggerus jalan setapak.

Baca juga: Drainase Tersumbat, Satu Rumah di Nagrak Sempat Terendam Banjir

Material longsoran bahkan mengancam satu rumah milik Doni Priatmo yang dihuni lima jiwa di Kampung Lembursawah.

Belum sempat warga bernapas lega, hujan kembali menggila pada sore hari. Sekitar pukul 15.45 hingga 16.15 WIB, dampak kerusakan meluas ke Desa Parakansalak, Lebaksari, dan Sukatani.

Di Desa Parakansalak, angin kencang merobek atap sejumlah rumah warga. Tercatat rumah milik Arif Rahmat, Abidin, Ismatullah, Depi Supriatna Hamijaya, hingga Maman Supriatna mengalami kerusakan dengan total puluhan jiwa terdampak.

Atap warga yang terdampak angin kencang. Foto: Istimewa

Tak hanya itu, satu akses jalan setapak juga dilaporkan putus dan mengancam rumah milik warga lainnya.
Sementara di Desa Lebaksari, tiga rumah warga di Kampung Babakanmulya mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin.

Sedangkan di Desa Sukatani, sebuah mushola di Kampung Pasir Muncang tersambar petir saat hujan mencapai intensitas tinggi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, kerugian material masih dalam tahap pendataan petugas.

Camat Parakansalak, Rukman Taufik, memastikan pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Mulai dari Forkopimcam, pemerintah desa, hingga unsur kebencanaan seperti P2BK dan Tagana langsung diterjunkan ke lokasi.

Baca juga: Ngeri! Jembatan Gantung Putus Saat Dilintasi, Pemotor Berjatuhan ke Sungai

“Kami sudah lakukan koordinasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” ujarnya.

Sejumlah kebutuhan mendesak juga mulai diinventarisasi, di antaranya terpal, material bangunan, bronjong, hingga perlengkapan dapur untuk warga terdampak.

Meski dihantam bencana beruntun, kondisi terkini di lokasi dilaporkan masih relatif terkendali. Akses jalan masih dapat dilalui dan rumah warga sebagian besar masih bisa ditempati.

Namun demikian, warga diminta tidak lengah. Cuaca ekstrem yang belum sepenuhnya mereda berpotensi memicu bencana susulan kapan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *