METROSUKABUMI.com – Penanganan cepat dilakukan tim medis RSUD Sekarwangi terhadap MZ (16), remaja korban serangan bom molotov di Kampung Benteng, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Korban yang dilarikan ke rumah sakit pada Minggu malam (26/4/2026) langsung menjalani tindakan operasi. Saat ini, MZ telah memasuki fase observasi intensif pascaoperasi.
Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengungkapkan bahwa tindakan medis utama yang dilakukan adalah debridemenbproses pembersihan jaringan kulit mati akibat luka bakar.
Baca Juga: Warga Blokade Truk ODOL, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki
“Penanganan sudah dilakukan melalui operasi debridemen kulit. Saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruangan NAS untuk observasi serta perawatan lanjutan,” ujar Irman, Senin (27/4).
Meski mengalami luka bakar cukup serius, kondisi MZ dilaporkan stabil. Ia dalam keadaan sadar penuh (compos mentis), namun masih membutuhkan istirahat total untuk pemulihan.
“Masih compos mentis, cuma sekarang lagi istirahat, tertidur. Perkembangannya membaik, alhamdulillah,” tambah Irman.
Berdasarkan hasil diagnosis tim medis, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 23 persen dari total permukaan tubuh. Area terdampak meliputi kepala, bagian depan dan belakang tubuh, hingga sisi kiri.
Baca Juga: Pantai Citepus Dikepung Sampah, Wisatawan Geram: Bau Menyengat, Liburan Jadi Terganggu!
Bagian tangan menjadi titik luka paling parah.
Untuk menunjang pemulihan, tim dokter memberikan antibiotik dosis maksimal serta obat pereda nyeri guna mencegah infeksi dan menjaga kondisi pasien tetap stabil.
Dipicu Konflik Antar Kampung
Di balik peristiwa ini, tersimpan konflik yang diduga menjadi pemicu utama. Informasi sementara menyebutkan, serangan bom molotov terjadi akibat ketegangan antar kelompok pemuda dari desa berbeda.
“Informasi dari orang desa, korban bom molotov oleh rekan sekampungnya, antar kampung,” ungkap Irman.
Peristiwa tersebut sempat membuat geger warga Kampung Benteng, Desa Kutajaya. Ledakan molotov yang terjadi secara tiba-tiba memicu kepanikan di tengah pemukiman.
Sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi, warga disebut telah lebih dulu mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi terkait perkembangan kasus tersebut.












