METROSUKABUMI.com – Gelombang protes warga kembali pecah di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Kali ini datang dari masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Jampang Makalangan. Mereka meluapkan kekecewaan terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak parah, khususnya di jalur Kiara Dua–Lengkong.
Aksi tersebut memuncak dalam audiensi yang digelar di Aula Kecamatan Lengkong, Rabu (22/4). Warga menilai kerusakan jalan sudah pada tahap mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pengguna.
Ketua Paguyuban Jampang Makalangan, Hendra Permana, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut nyawa dan roda ekonomi warga.
“Jalan rusak ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi bertaruh nyawa. Aktivitas ekonomi warga juga terhambat,” tegasnya.
Baca Juga : Tanam Pohon di Tengah Jalan, Sinyal Keras Protes Warga Cibadak
Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah maraknya truk bertonase berlebih (ODOL) yang bebas melintas tanpa pengawasan ketat. Kondisi ini membuat aspal cepat hancur dan berlubang di banyak titik.
Keluhan serupa juga disuarakan warga lain yang menilai pemerintah belum hadir secara nyata di lapangan. Mereka mendesak adanya tindakan konkret, bukan sekadar janji.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latief, menyatakan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melanggar aturan.
“Kami berkomitmen melakukan penertiban secara bertahap, termasuk pemasangan rambu di titik rawan,” ujarnya.
Meski audiensi berlangsung kondusif, warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada bukti nyata di lapangan. Mereka berharap pemerintah segera bergerak cepat memperbaiki jalan dan menindak tegas truk ODOL.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur jalan memang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Sukabumi. Data sebelumnya menyebutkan sekitar 38 persen jalan di wilayah ini belum dalam kondisi mantap, yang berdampak langsung pada mobilitas dan ekonomi masyarakat.












