METROSUKABUMI.com – Kobaran api mengamuk tanpa ampun. Gedung PAUD dan Posyandu Adi Sucipto di Kampung Paris RT 001/007, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, hangus dilalap si jago merah, Sabtu (25/4) petang. Dalam waktu singkat, bangunan yang menjadi pusat pendidikan dan layanan kesehatan warga itu rata dengan tanah.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang tengah beraktivitas mendadak panik saat api terlihat membesar dari bagian bangunan.
Material gedung yang didominasi kayu dan bilik bambu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian. Ditambah lagi, isi bangunan berupa perabot berbahan kayu, plastik, hingga dokumen penting, mempercepat kobaran api tak terkendali.
Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Syarif Hidayat, mengatakan laporan pertama diterimanya dari warga saat api sudah membesar.
“Sekira pukul 18.30 WIB saya mendapat laporan. Kami langsung menghubungi Damkar Kecamatan Cibadak untuk penanganan,” ujarnya.
Baca Juga: Kesepakatan Dilanggar? Warga Tenjojaya Murka, Desak Operasional PT Bogorindo Cemerlang Dihentikan
Namun, cepatnya api melahap bangunan membuat upaya penyelamatan nyaris tak membuahkan hasil. Seluruh bagian gedung berikut isinya tak tersisa.
“Bangunan habis total. Karena bahan utamanya kayu dan bambu, api cepat membesar. Semua isi, termasuk dokumen PAUD dan Posyandu, ikut terbakar,” jelasnya.
Gedung seluas kurang lebih 40 meter persegi itu kini hanya menyisakan puing. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagai langkah darurat, pelayanan masyarakat tetap berjalan. Kegiatan PAUD dan Posyandu dipindahkan sementara ke bangunan madrasah yang berada tak jauh dari lokasi.
“Untuk sementara kegiatan dipindahkan ke madrasah di bawah, masih di wilayah RW 07, agar pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.












