JAKARTA – SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan mengikuti pelaksanaan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Hal itu disampaikan SMAN 1 Pontianak Indang Maryati dalam keterangan tertulis yang unggahan di akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, smansaptk.informasi pada Kamis (14/5/2026), yang kembali ditayangkan KompasTV.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” kata Indang.
Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya tidak pernah memiliki maksud untuk menganulir hasil perlombaan, serta tidak bermaksud menyerang pihak mana pun.
Menurut penuturannya, langkah yang ditempuh pihak sekolah semata-mata hanya untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipermasalahkan.
“SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu,” tegasnya.
Pihak sekolah juga mengaku menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan, serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
Di sisi lain, pihak SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama polemik berlangsung, serta permintan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” ujarnya.
Dalam keterangannya itu, Indang turut menuliskan, “Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027”.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan, pihaknya akan menggelar ulang final LCC Empat Pilar Tingkat Provinsi Kalbar, buntut polemik penjurian yang belakangan menjadi sorotan.
“Lomba Cedas Cermat ditingkat Kalimanan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” ucap Muzani, Rabu (14/5).
Ia juga memastikan juri yang akan ditunjuk untuk lomba cerdas cermat ulangan itu adalah pihak independen.
Pimpinan MPR juga bakal mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir.
Sebagaimana diketahui LCC Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Kalbar yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), menuai sorotan publik usai dewan juri memberikan penilaian berbeda untuk jawaban yang sama dari peserta.
Dipantau dari tayangan YouTube MPR yang kembali ditayangkan KompasTV, dalam lomba tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai -5 (minus 5) untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Namun, saat jawaban yang sama disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas, alih-alih menilai salah, dewan juri justru membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai 10.
Perbedaan penilaian itu pun memicu tanda tanya dan protes dari peserta.
Atas peristiwa tersebut, Sekretariat Jenderal MPR menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC pada kegiatan LCC tersebut.
Sumber: Kompas.tv












