Jembatan Penghubung Bojonggaling–Cibodas Sukabumi Ambruk, Akses Warga Lumpuh Diduga Akibat Pondasi Tergerus Sungai

Jembatan penghubung Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (3/7/2026). (Foto : Metrosukabumi.com)

METROSUKABUMI.com – Jembatan penghubung antara Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (3/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, robohnya jembatan sepanjang sekitar 15 meter itu melumpuhkan akses utama yang selama ini digunakan warga untuk bekerja, bersekolah, hingga aktivitas perekonomian.

Jembatan yang berada di Kampung Pasir Bentik, RT 01 RW 01, Desa Bojonggaling, memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan menjadi penghubung vital bagi masyarakat di dua desa.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bojonggenteng, Saep Purnama, mengatakan penyebab ambruknya jembatan bukan dipicu hujan deras pada hari kejadian. Saat peristiwa terjadi, kondisi cuaca justru cerah.

“Diduga penyebab utama adalah gerusan aliran sungai yang berlangsung dalam waktu lama sehingga mengikis tanah dan pasangan tembok penahan di kedua ujung jembatan. Akibatnya, pondasi penyangga besi WF kehilangan daya dukung dan kedua ujung jembatan ambruk,” ujarnya.

Menurut Saep, kerusakan tersebut merupakan akumulasi proses pengikisan yang terjadi secara bertahap, bukan akibat cuaca ekstrem sesaat.

Akibat putusnya akses tersebut, mobilitas warga Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas terganggu. Jalur yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat kini tidak dapat dilalui sehingga aktivitas pendidikan, pekerjaan, hingga distribusi hasil ekonomi ikut terdampak.

Pemerintah Kecamatan Bojonggenteng telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Sukabumi melalui BPBD serta dinas teknis terkait agar penanganan segera dilakukan.

Sebagai langkah awal, unsur Forkopimcam bersama pemerintah desa, BPBD, BP2BK, Tagana, relawan, Bareta, KNPI, Karang Taruna, Polsek, Koramil, dan masyarakat akan melaksanakan kerja bakti pada Sabtu (4/7).

Fokus penanganan awal meliputi pembersihan material jembatan yang roboh serta sampah di aliran sungai agar tidak memicu penyumbatan maupun dampak lanjutan.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara agar aktivitas warga dapat kembali berjalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting mengenai perlunya inspeksi berkala terhadap infrastruktur, khususnya jembatan yang berada di atas aliran sungai. Pemeriksaan kondisi pondasi, tembok penahan, hingga potensi gerusan sungai dinilai penting dilakukan secara rutin agar kerusakan dapat dideteksi sejak dini sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kini masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan darurat sekaligus mempercepat pembangunan jembatan permanen agar konektivitas antarwilayah kembali normal dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *