Motor Pedagang Tahu Tempe Terbakar Saat Berjualan Keliling di Ciambar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Foto: Motor milik pedagang tahu dan tempe keliling hangus terbakar saat melintas di Kampung Ciaripin, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/7/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Nasib nahas dialami Andri, seorang pedagang tahu dan tempe keliling. Sepeda motor yang digunakannya untuk mencari nafkah hangus terbakar saat melintas di Kampung Ciaripin RT 02/08, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.

Motor milik warga Kampung Lamping Cikolawing RT 02/08, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak itu diduga terbakar akibat korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul dari bagian sepeda motor saat korban sedang berkeliling menjajakan tahu dan tempe. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melalap sebagian besar badan kendaraan.

Baca Juga : Ngeri! Ibu Rumah Tangga Terperosok ke Selokan di Depan Polsek Cibadak, Kaki Tertancap Besi Berkarat

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berdatangan memberikan bantuan. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan air sehingga kobaran tidak sempat merambat ke area sekitar.

“Kami bersama warga langsung memadamkan api menggunakan air seadanya. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” ujar salah seorang warga, Dedi.

Baca Juga : Kasus Dugaan Korupsi Desa Cihelang Tonggoh Naik ke Penyidikan, Inspektorat Sukabumi Kebut Audit Kerugian Negara

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, sepeda motor yang menjadi sarana utama korban untuk berjualan mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk rutin melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama pada sistem kelistrikan. Pemeriksaan berkala dinilai penting guna mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran saat kendaraan digunakan di jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *