Usung Karang Taruna Filantropis, Aris Dorong Pemuda Jadi Motor Kesetiakawanan Sosial di Sukabumi

Calon Ketua Karangtaruna Kabupaten Sukabumi, Aris Rindiansyah. (Foto : Istimewa).

METROSUKABUMI.com – Karang Taruna di Kabupaten Sukabumi didorong tidak sekadar menjadi wadah aktivitas kepemudaan. Organisasi sosial tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kesetiakawanan dan kedermawanan sosial di tengah masyarakat.

Gagasan itu disampaikan Aris Rindiansyah melalui konsep Karang Taruna Filantropis. Gerakan tersebut mengusung semangat kesetiakawanan sosial dan kedermawanan sosial menuju Sukabumi Mubarokah.

Menurut Aris, pemuda harus mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai persoalan sosial. Karang Taruna, kata dia, dapat menjadi rumah besar bagi pemuda untuk mengorganisir kepedulian dan menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.

“Karang Taruna harus menjadi rumah besar bagi pemuda untuk berbuat nyata. Kesetiakawanan sosial dan kedermawanan sosial harus menjadi energi bersama untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Aris.

Ia menilai Kabupaten Sukabumi memiliki modal sosial yang kuat untuk mengembangkan gerakan filantropi berbasis kepemudaan. Tradisi gotong royong yang masih tumbuh di tengah masyarakat dapat diperkuat melalui peran Karang Taruna mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Konsep Karang Taruna Filantropis tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem kepedulian sosial yang lebih terorganisir. Di antaranya melalui penggalangan solidaritas masyarakat, pemberdayaan pemuda, pendampingan kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu, hingga mendorong lahirnya gerakan sosial yang berkelanjutan.

Filantropi Tak Selalu Soal Uang

Aris menegaskan, makna filantropi tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian bantuan materi. Menurutnya, waktu, tenaga, ilmu pengetahuan, gagasan, keahlian dan jejaring yang dimiliki pemuda juga merupakan bentuk kedermawanan sosial.

“Filantropi bukan hanya tentang memberi uang. Ada waktu yang kita berikan, ada tenaga, ilmu, pikiran dan kepedulian. Ketika semua itu disatukan dalam gerakan Karang Taruna, saya yakin dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.

Karena itu, ia berharap Karang Taruna Kabupaten Sukabumi ke depan mampu berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inklusif, mandiri dan memiliki keberpihakan terhadap persoalan sosial masyarakat.

Gagasan tersebut kemudian dirangkum dalam visi gerakan:

“Karang Taruna Filantropis — Kesetiakawanan Sosial, Kedermawanan Sosial Menuju Sukabumi Mubarokah.”

Bagi Aris, pembangunan Sukabumi yang mubarokah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus dibarengi dengan tumbuhnya kepedulian, solidaritas dan budaya saling membantu.

“Sukabumi Mubarokah harus dibangun bersama. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *