METROSUKABUMI.com – Kekeringan mulai berdampak pada kebutuhan air bersih warga di Kampung Babakan Pasar, RT 04/11, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Sebanyak 168 kepala keluarga (KK) atau sekitar 600 jiwa terdampak kondisi tersebut. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Polsek Cibadak bersama Pemerintah Desa Karangtengah dan P2BK Cibadak menyalurkan 8.000 liter air bersih, Jumat (18/9/2026).
Distribusi dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB menggunakan satu unit kendaraan tangki Perumda PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga : Tiga Pelajar Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi, DP3A Beri Pendampingan
Bantuan tersebut disalurkan setelah adanya permohonan dari Pemerintah Desa Karangtengah kepada Polsek Cibadak dan P2BK Cibadak.
“Pendistribusian air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan, khususnya masyarakat di Kampung Babakan Pasar,” ujar P2BK Cibadak Mawaldi, kepada metrosukabumi.com.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Cibadak beserta jajaran, personel P2BK Cibadak, Babinsa Koramil 0607-11/Cibadak, serta Pemerintah Desa Karangtengah turut hadir.
Baca Juga : Rumah Panggung di Jampangtengah Ludes Terbakar, Harta dan Dokumen Berharga Tak Tersisa
Distribusi air bersih selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib.
Kondisi kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Sejumlah persoalan lain juga perlu diantisipasi, mulai dari terganggunya irigasi pertanian hingga meningkatnya potensi kebakaran.
“Selain kekeringan dan menipisnya ketersediaan air bersih, dampak yang perlu diwaspadai di antaranya gangguan irigasi pertanian, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, serta suhu siang yang lebih panas,” katanya.
Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau berlangsung. Warga diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dan mewaspadai dampak cuaca panas.
Baca Juga : Bukan Satu, Polisi Ungkap 3 Pelajar Jadi Korban Dugaan Pelecehan Oknum ASN Sukabumi
Potensi kebakaran juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta tidak membakar sampah, puntung rokok, maupun lahan secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penanganan untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air. Namun, upaya tersebut perlu diikuti dengan edukasi mengenai penghematan air dan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.
“Perlunya peran pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim saat ini antara lain dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara terus-menerus, sehingga masyarakat juga perlu diberikan sosialisasi dan edukasi untuk meminimalisir penggunaan air,” tambahnya.
Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, pemerintah desa, dan fasilitas kesehatan juga dinilai penting untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kemarau dan perubahan iklim.













Respon (1)