SUKABUMI – Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, masih terus terjadi. Bahkan intensitasnya dinilai semakin mengkhawatirkan karena sejumlah rumah warga mulai mengalami kerusakan hingga hancur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kembali melakukan asesmen ulang di lokasi bencana pada Sabtu (7/3). Hasilnya, pergerakan tanah masih berlangsung dan menyebabkan penurunan tanah yang cukup signifikan.
Satgas BPBD Kabupaten Sukabumi, Beki Supriatna, mengatakan dari hasil pemantauan terbaru ditemukan adanya amblasan tanah yang cukup dalam di area mahkota longsoran.

“Setelah dilakukan survei ke mahkota bencana pergerakan tanah, untuk amblasan yang terjadi diperkirakan setinggi 7 sampai 8 meter mengalami penurunan,” ujar Beki, Sabtu (7/3).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanah di kawasan itu masih terus bergerak. Penurunan tanah bahkan terjadi secara bertahap sejak awal pekan.
“Dari hasil asesmen, bencana pergerakan tanah masih masif terjadi. Penurunan tanah dari mulai hari Senin sampai sekarang terus terjadi, dan amblasannya cukup signifikan,” jelasnya.
Baca juga : Jumlah Korban Tanah Bergerak Sukabumi Naik, 407 Warga Mengungsi
Akibat kondisi tersebut, sejumlah bangunan rumah warga di sekitar lokasi mulai mengalami kerusakan parah. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan sudah tidak bisa ditempati lagi karena struktur bangunan mulai runtuh.
BPBD pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di area terdampak bencana demi menghindari risiko yang lebih besar.
Warga diminta tetap menjauhi zona rawan pergerakan tanah hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman oleh petugas.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana tersebut.













Respon (2)