SUKABUMI – Penanganan dampak longsor di Kampung Wangun RT 02 RW 16, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, terus dikebut. Kamis pagi (9/4) sekitar pukul 08.00 WIB, tim gabungan kembali diterjunkan untuk menuntaskan evakuasi rumpun bambu yang terseret longsor dan menyumbat saluran irigasi.
Longsor yang terjadi pada Minggu (5/4) dipicu hujan berintensitas tinggi. Material tanah dan bambu menutup saluran DI Cikolawing I, memutus akses gang warga, serta menimbun satu petak sawah yang tengah memasuki masa panen.
Sebelumnya, warga sempat melakukan evakuasi secara swadaya dengan alat seadanya. Namun, untuk memastikan penanganan maksimal, proses lanjutan dilakukan dengan dukungan peralatan seperti satu unit alkon dan dua unit chainsaw.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan tersebut. Mulai dari Pemerintah Desa Nagrak Utara, Ketua BPD, Tagana Kabupaten Sukabumi, Satpol PP Kecamatan Nagrak, URC PB Desa Nagrak Utara dan Desa Cisarua, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu di lokasi.
Baca juga: Akses Lumpuh! Longsor 70 Meter Kepung Purabaya, Dua Rumah di Ujung Ancaman
P2BK Nagrak, Winda Tri Sutrisno menegaskan, kolaborasi lintas unsur menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan.
“Ini bentuk respons cepat bersama. Kami pastikan evakuasi dilakukan hingga tuntas agar saluran irigasi kembali normal, akses warga terbuka, dan aktivitas pertanian tidak terganggu lebih lama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kini, setelah proses evakuasi tahap akhir dilakukan, saluran irigasi mulai kembali berfungsi dan akses warga berangsur normal. Aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian, diharapkan segera pulih.












