SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar usai melakukan peninjauan harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Cibadak, Sabtu (20/12).
Menurut Asep, hasil pemantauan menunjukkan berbagai komoditas pangan strategis masih tersedia dengan cukup. Mulai dari beras, telur, hingga bahan pokok lainnya.
“Alhamdulillah, berbagai macam sembako untuk Kabupaten Sukabumi aman,” ujarnya.
Bahkan, Asep menegaskan stok pangan di Sukabumi dipastikan aman hingga beberapa bulan ke depan. Ia menyebut ketersediaan bahan pangan masih mencukupi setidaknya sampai Maret 2026.
“Sampai Maret kita aman. Stok melimpah, baik beras, telur, maupun komoditas lainnya,” ucapnya.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti ayam dan telur. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali.
“Memang ada beberapa yang naik, tapi masih dalam ambang batas normal,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Pemkab Sukabumi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Curah hujan yang masih tinggi hampir setiap hari berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
“Kami terus siaga memantau semuanya. Apalagi hujan masih terus menerus,” katanya.
Asep menegaskan seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, telah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, baik dalam menghadapi momentum Nataru maupun potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Para kepala dinas dan camat harus siaga. Ketika ada apa-apa, bisa bergerak cepat,” tegasnya.
Pemkab Sukabumi, lanjut Asep, berkomitmen menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.












